TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Pascabencana, Perbaikan Infrastruktur Pendidikan di Salareh Air Palembayan Butuh Perhatian Serius dari Pemerintah

Pascabencana, Perbaikan Infrastruktur Pendidikan di Salareh Air Palembayan Butuh Perhatian Serius dari Pemerintah (dok, nels)

GoSumatera.com - Pascabencana di Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tidak saja meninggalkan sisa bebatuan, lumpur dan kayu yang hanyut oleh Galodo, namun juga melumat sarana dan prasarana pendidikan baik PAUD, TK, SMP serta SMA.

Hingga masa tanggap darurat bencana berakhir, aktivitas proses belajar mengajar belum juga berlangsung. 

Seperti yang diungkapkan Bapak Miko seorang  warga yang berada di Jorong Simpang Aia Tajun, sekitar 50 meter dari SMA yang saat ini hanya tinggal pondasi saja.

Miko menuturkan, hingga saat ini anak - anak kami belum lagi mengikuti proses belajar, dimana mereka akan belajar, sekolah sudah rata dengan tanah, kami mengharapkan hal ini juga diperhatikan. 

"Walau saat ini pemerintah fokus terhadap pemulihan hunian dan kebutuhan pangan, namun prioritas kan jugalah untuk menyentuh fasilitas pendidikan, karena ini menyangkut masa depan anak - anak kami," harap Miko yang kesehariannya bekerja sebagai petani. 

Warga lainnya Riza (45) juga mengutarakan tidak tahu lagi harus memulainya dari mana, apakah rumah, jalan, tempat ibadah, atau sekolah, yang sudah tidak ada fasilitasnya lagi.

"Kami sangat berharap agar ada perhatian khusus terhadap sarana pendidikan, karena waktu terus berjalan, sudah hampir satu bulan lebih anak - anak belum bersekolah," ucapnya dengan nada lirih.

Seperti diketahui, Nagari Salareh Aia Palembayan merupakan titik terdampak bencana yang terparah di Sumatera Barat, tidak hanya merenggut nyawa ratusan orang, namun juga menimbulkan dampak yang sangat dahsyat terhadap sarana dan prasarana. 

Terpisah, salah seorang warga yang terdampak lainnya, Ima (31) juga menyebut, saat ini kami dan masyarakat juga membutuhkan kelengkapan sekolah mulai dari baju, sepatu, tas, buku serta alat tulis karena semuanya tidak bisa lagi digunakan, sebutnya.

"Perlengkapan sekolah hanyut bersama rumah, semua kelengkapan administrasi keluarga tentu harus kami mulai lagi pengurusannya dari nol. Namun, saat ini kami masih berkutat dalam pembenahan tempat tinggal lama, karena kami masih tinggal di pengungsian," sambungnya.

Musibah yang terjadi semata merupakan ujian dari Allah SWT, kami menyadari hal itu. Warga Nagari Salareh Aia Palembayan, Kabupaten Agam, tentu saja harus bangkit kembali, ungkapnya. 

Sementara itu, di masa pemulihan lokasi bencana saat ini, para relawan, aparat TNI/POLRI/BPBD dan masyarakat, terlihat terus berjibaku, dan kelelahan dalam upaya membenahi lingkungan yang sudah porak- poranda, pasca bencana yang menelan korban jiwa ratusan orang tersebut.

Bagaimanapun pascabencana yang dahsyat ini telah menunda harapan putra - putri di Nagari Salareh Aia Palembayan, baik dijenjang SD, SMP dan SMA untuk mendapatkan pendidikan. Para warga berharap ada perhatian serius dan solusi dari pemerintah daerah, maupun pusat untuk mengatasi keadaan ini.(Nels)

Komentar0

Type above and press Enter to search.