(dok, ist)
PEKANBARU, GoSumatera - Personel TNI dari Lanud Roesmin Nurjadin dan tim keamanan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 96 gram, yang disembunyikan dalam sepatu.
Pengungkapan dilakukan oleh personel Roesmin Nurjadin (RSN) yang bertugas sebagai Bawah Kendali Operasi (BKO) Bandara SSK II Pekanbaru bersama petugas Aviation Security (Avsec), Rabu (17/9/2025).
Hasil pemindaian mendalam membuktikan bahwa kecurigaan mereka tidak salah. Di dalam kardus coklat berbalut plastik hitam, petugas menemukan sepasang sepatu berisi sabu yang dibungkus rapi dengan plastik transparan.
Menurut identifikasi awal, paket tersebut dikirim dari Pekanbaru oleh seseorang berinisial R dan ditujukan kepada penerima berinisial A di Jakarta. Barang bukti beserta dokumen pengiriman telah diserahkan ke pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau tidak teliti, pasti lolos. Modus seperti ini sangat rapi dan terencana,” ujar Kepala Seksi Keamanan Kargo Bandara SSK II, Joni Saputra.
Joni menyebutkan, modus penyelundupan narkoba via jalur ekspedisi bukan hal baru, namun kali ini dikemas sedemikian rupa agar tampak seperti kiriman biasa. Joni juga menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mengantisipasi celah-celah penyelundupan yang kian beragam.
Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama TNI Abdul Haris, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan tim gabungan ini. Ia menilai ketelitian petugas dalam mendeteksi barang mencurigakan adalah kunci utama dalam penggagalan aksi tersebut.
“Sindikat narkotika tidak pernah berhenti mencari celah, dan jalur udara adalah target utama mereka. Tapi kami juga tidak akan pernah lengah,” tegas Marsma TNI Abdul Haris.
Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya kewaspadaan dan kerja sama antara personel Lanud RSN, Avsec, dan instansi terkait lainnya. Kami akan terus meningkatkan pengawasan agar jalur udara tetap aman dari peredaran narkotika, tegasnya, Kamis (18/9/2025).
Barang bukti telah diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat akan maraknya modus penyelundupan narkoba melalui jasa ekspedisi dan transportasi udara.
Marsma Abdul Haris menyatakan Lanud RSN berkomitmen untuk terus memperkuat pengamanan di seluruh sektor bandara sebagai bentuk dukungan dalam perang melawan narkotika.
Ia memastikan bahwa pengawasan di seluruh jalur penerbangan akan semakin diperketat, baik di area penumpang maupun kargo.
“Tidak ada toleransi untuk penyelundupan narkoba, siapa pun pelakunya. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan kerja sama lintas instansi, tutupnya.(**)
Komentar0