NATO Dukung Serangan Terbaru AS ke Iran, Tegaskan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz.(dok, net)
GoSumatera.com - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan dukungannya terhadap serangan militer terbaru Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah di Iran.
Menurut Rutte, tindakan Washington merupakan respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata dan serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz yang dinilai mengancam keamanan jalur pelayaran internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Rutte pada Selasa (8/7/2026). Ia menegaskan bahwa isu Iran akan menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan negara-negara anggota NATO. Selain itu, ia kembali menegaskan sikap aliansi bahwa Iran tidak boleh memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Rutte juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Menurutnya, jalur pelayaran strategis tersebut harus kembali beroperasi secara normal karena memiliki peran vital bagi 32 negara anggota NATO dan kelancaran perdagangan internasional.
"I expect allies today to discuss Iran. I expect allies today to reconfirm that Iran should never ever get its hands on a nuclear capability, and secondly, that the principle of freedom of navigation, so the Strait of Hormuz completely opening up again, is crucial for all," ujar Mark Rutte.
Serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat disebut sebagai respons atas dugaan serangan terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, serangan udara AS menghantam beberapa lokasi, antara lain Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik.
Akibat serangan tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat pecahan proyektil. Hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa.
Eskalasi konflik di kawasan Teluk bermula setelah Qatar dan Arab Saudi menuduh Iran berada di balik serangan terhadap kapal tanker milik mereka di Selat Hormuz.
Qatar menuding Iran bertanggung jawab atas dugaan serangan terhadap kapal Arak Rekayat, sementara Arab Saudi menyatakan kapal tanker Saudi Wadian menjadi sasaran ketika melintasi perairan tersebut.
Namun, pemerintah Iran membantah seluruh tuduhan tersebut. Teheran menegaskan tidak terlibat dalam serangan terhadap kapal-kapal tersebut dan menyebut tudingan yang disampaikan, khususnya oleh Qatar, bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik di kawasan Teluk.
Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat serta meningkatkan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur distribusi minyak dunia yang paling strategis sehingga setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi keamanan maritim dan perdagangan global.
Sumber: Video Kompas. dipublikasikan pada 8 Juli 2026.
Penulis :
ZULKIPRA
MULIA PRIMA PUTRI
Komentar0