Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah, Tembus Rp 17.512 per Dolar AS.(dok, antara)
GoSumatera.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.512 per dolar Amerika Serikat pada selasa, 12 Mei 2026, menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.
Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 98 poin (0,56%) ke level Rp 17.512 per dolar AS sekitar pukul 10.18 WIB.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang terus meningkat.
Pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS terjadi seiring kebijakan suku bunga tinggi serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.
Sementara di dalam negeri, arus modal asing yang keluar dari pasar berkembang ikut menambah tekanan terhadap mata uang rupiah.
Selain itu, dinamika geopolitik internasional dan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global membuat permintaan terhadap aset aman seperti dolar AS meningkat tajam. Akibatnya, nilai tukar rupiah terus bergerak melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini berpotensi berdampak pada kenaikan harga barang impor, biaya produksi, hingga tekanan inflasi di dalam negeri. Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus melakukan langkah stabilisasi guna menjaga kepercayaan pasar serta kestabilan ekonomi nasional.
Beberapa waktu lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada di level Rp17.410 per dolar AS, tidak berubah dari posisi penutupan sebelumnya.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.946,85. Posisi ini naik signifikan sebesar 0,60 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level 6.905,62.
Data transaksi pagi ini mencatat volume perdagangan mencapai 476,79 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp179,28 miliar. Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 38,93 ribu kali.(**)
#Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #BankIndonesia
Komentar0