Inilah Rangkuman Berita Perang Iran vs Amerika- Israel Terbaru Hari ke-56.(dok, fb)
GoSumatera.com - Situasi perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) telah memasuki hari ke-56 pada Jumat (24/4/2026). Gencatan senjata tampak masih dipertahankan kedua pihak, namun ketegangan antara Iran dan AS masih tinggi.
Mengutip Al Jazeera, ketegangan antara Iran dan AS tampak kembali meningkat pada Jumat. Meskipun tak ada serangan langsung yang terjadi, namun situasi tegang di Selat Hormuz telah meningkatkan ketegangan.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam Iran dengan bersumpah akan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di Selat Hormuz. Ancaman ini dikeluarkan Trump bersama tuntutan agar Iran kembali membuka selat tersebut secara bebas.
Walaupun Trump menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, ia tak mengisyaratkan penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Blokade ini sebelumnya merupakan alasan mengapa Iran kembali menutup Hormuz, Teheran telah menyatakan bahwa selat tersebut akan kembali dibuka jika blokade AS dihentikan.
Tarik ulur pengaruh di Selat Hormuz ini jadi salah satu pusat ketegangan dalam kelanjutan Perang Iran yang pecah sejak 28 Februari lalu.
Para analis kini mulai memperingatkan kemungkinan kelanjutan perang akan ditentukan kesiapan Iran untuk bertahan di tengah blokade dan sanksi. Eks duta besar AS untuk Bahrain, Adam Ereli, menyebut Iran mungkin memiliki ketahanan lebih untuk bertahan daripada kesabaran Trump.
Kapal Induk AS Tiba di Perairan Asia Barat
Sementara Selat Hormuz masih diliputi ketegangan, kapal induk USS George H.W. Bush milik AS dilaporkan telah tiba di perairan Asia Barat. AS kini memiliki tiga kapal induk yang beroperasi di wilayah Asia Barat.
Analis kini mempertanyakan apakah blokade ekonomi Trump terhadap Iran sebenarnya adalah kedok untuk mempersiapkan militer AS menghadapi "kemungkinan babak baru konflik".
Donald Trump sebelumnya telah memperpanjang masa gencatan senjata hingga waktu yang tak ditentukan. Dalam konferensi pers terbaru pada Kamis (23/4), ia menyebut bahwa pasukan AS kini dapat dengan cepat "menetralisir kapasitas militer Iran yang dibangun kembali.
Hal itu, kata Trump, membuat tak ada urgensi untuk membuat kesepakatan dengan "terburu-buru".
Sebelumnya, Trump menyebut bahwa jeda tambahan ini merupakan waktu yang dapat digunakan Iran untuk membuat proposal perdamaian di tengah pemerintahan yang terpecah belah.
Namun, para pemimpin Iran belakangan menolak klaim perpecahan Trump tersebut. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Peradilan Gholamhossein Mohseni Ejei membuat pernyataan bersama terkait hal itu.
Ketiga pejabat senior Iran itu menyebut bahwa kepemimpinan Iran berlangsung dalam persatuan yang terkoordinasi. Ketiganya juga membantah adanya perpecahan internal.
Paus Leo XIV kembali membuat pernyataan publik tentang situasi di Iran. Pemimpin umat Katolik sedunia itu mengutuk pembunuhan para demonstran di Iran.
Sementara itu, Trump juga membuat pernyataan terkait penggunaan senjata nuklir AS di Iran. Ia menyebut bahwa AS tidak akan menggunakan senjata nuklir kepada Iran.
Pernyataan itu dikeluarkan beberapa hari setelah Trump membuat ancaman berbahaya dengan menyebut akan menghapus seluruh peradaban Iran dalam unggahan media sosial. Ancaman ini ramai dikecam orang karena niat genosida yang jelas.
Akan tetapi, meskipun konfirmasi itu tampak sebagai penurunan eskalasi, Israel telah menyatakan kesiapannya "untuk melanjutkan perang" dengan Iran. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut bahwa pihaknya kini sedang menunggu lampu hijau dari Washington untuk mengembalikan Iran ke "zaman batu".
Pernyataan itu dikeluarkan Israel Katz walaupun pihaknya baru saja melakukan serangan ke Lebanon di tengah kesepakatan gencatan senjata. Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa Israel kembali menyerang kawasan Lebanon selatan dan membunuh tiga orang.
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Semu
Situasi di Lebanon selatan memang masih sangat tak menentu. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon tampak terlalu rapuh sehingga serangan masih berlangsung dan menewaskan manusia di sana.
Donald Trump belakangan ini mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama tiga pekan. Sebelumnya, gencatan senjata Israel-Lebanon disepakati berlangsung selama 10 hari.
Akan tetapi, efektivitas gencatan senjata masih dipertanyakan. Israel masih menyerang kawasan Lebanon selatan, sementara Hizbullah juga masih terus melakukan serangan ke Israel.
Pada Kamis, Hizbullah melakukan serangan ke Israel. Organisasi bersenjata itu menyebut bahwa tembakan roket itu merupakan serangan balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh musuh Israel dan penargetan Kota Yater di Lebanon selatan.(**)
Komentar0