TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

May Day 2026: Ribuan Orang Padati Monas, Prabowo Lemparkan Baju Dihadapan Buruh

May Day 2026: Ribuan Orang Padati Monas, Prabowo Lemparkan Baju Dihadapan Buruh.(dok tangkapan layar fb)

GoSumatera.com - Ribuan buruh dari berbagai daerah mulai memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) sejak pagi hari dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Jumat, 1 Mei 2026.

Pantauan livestreaming media sosial di lokasi, massa buruh datang secara bergelombang dengan membawa atribut serikat dan organisasi masing-masing.

Mereka juga turut membawa spanduk berisi tuntutan dan aspirasi terkait kesejahteraan pekerja.

Presiden Prabowo Lepas Baju

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan aksi melepas baju dan melemparkannya ke arah buruh saat menghadiri perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi tersebut dilakukan usai Prabowo menyampaikan pidatonya dalam acara tersebut.

Prabowo diketahui berpidato selama kurang lebih 35 menit dari atas panggung utama. Dalam kesempatan itu, ia didampingi para pimpinan konfederasi serikat buruh, di antaranya Jumhur Hidayat, Andi Gani Nena Wea, Said Iqbal, hingga Elly Rosita.

Ia menutup pidatonya dengan pekikan “Hidup Buruh” sebanyak tiga kali yang disambut antusias oleh massa.

Sejumlah peserta terlihat memenuhi area Silang Monas sambil meneriakkan yel-yel perjuangan buruh.

Kehadiran aparat keamanan dari TNI dan Polri serta petugas pengatur lalu lintas tampak mengawal acara agar berlangsung tertib dan kondusif.

Para peserta antusias lantaran acara ini akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menghadiri langsung agenda tersebut dan menyampaikan sejumlah kebijakan baru bagi kalangan pekerja sebagai bentuk hadiah pemerintah.

Sebelumnya, Ketua Panitia May Day sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, juga sudah mengonfirmasi jumlah peserta yang hadir mencapai ratusan ribu orang.

"Jumlah massa terkonfirmasi 400.000. Dari buruh 211.000, dan ada juga teman-teman ojek online akan bergabung karena Bapak Presiden akan menyampaikan kejutan besok," ujar Andi Gani dalam konferensi pers di Menteng, Rabu, 29 April 2026.

Andi Gani menjelaskan kebijakan yang akan diumumkan Presiden berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja, termasuk soal regulasi ratifikasi Konvensi ILO.

Selain menyampaikan pidato, Presiden juga dijadwalkan berinteraksi langsung dengan para pimpinan serikat buruh di atas panggung utama acara.

Salah seorang  pimpinan organisasi buruh yang menghadiri agenda di Monas, Mirah Sumirat, menyatakan perjuangan buruh belum selesai.

"Di tengah tantangan global, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi, negara harus hadir secara nyata untuk menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja," kata Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) itu kepada awak media lewat pesan teks, Jumat (1/5/2026).

ASPIRASI menilai bahwa May Day 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum perjuangan kolektif untuk menegakkan keadilan sosial.

Negara harus berpihak pada pekerja dan buruh sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Mirah mengajak seluruh elemen bangsa yang meliputi Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem ketenagakerjaan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

“Tidak ada keadilan tanpa kesejahteraan pekerja," pungkasnya.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.