Deteksi Praktik Jual Beli SPPG, KSP Gandeng KPK Awasi Program MBG.(dok, Setpres)
GoSumatera.com - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi potensi penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berencana turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
"Tadi saya diskusi banyak hal terkait ketimpangan-ketimpangan, dan nanti akan saya sidak," kata Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Pertemuan itu digelar bersama Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, dalam kerangka implementasi Perpres 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Program yang melibatkan KSP, KPK, Bappenas, Kemendagri, dan Kemenpan RB itu akan lebih difokuskan untuk mencegah korupsi dalam program-program prioritas pemerintah, termasuk MBG.
Dudung mengungkapkan sejumlah celah korupsi yang akan didalami, salah satunya dugaan jual beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
"Banyak celahnya, banyak celahnya. Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik (SPPG). Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," katanya.
Selain itu, Dudung akan mendalami kualitas makanan yang berpotensi menjadi pemicu keracunan, serta dapur MBG yang masih menerima insentif meski telah dihentikan sementara operasionalnya.
"Sudah di-suspen, tapi masih insentif lancar, bahkan investornya itu masih dapat, masih menerima," katanya
Dudung menegaskan tidak akan segan mengekspos temuan yang terbukti mengandung indikasi korupsi, dan akan melaporkannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Karena ini uang rakyat, rakyat harus tahu. Banyak saya dapat laporan-laporan, tetapi kalau belum terjun di lapangan saya tidak mau menyampaikan apa temuannya. Nanti tunggu, saya akan secepatnya ke lapangan," papar Dudung.
Ia meyakini Presiden Prabowo akan menaruh perhatian penuh terhadap temuan tersebut.
"Saya yakin dengan Bapak Presiden, semangatnya dalam membasmi korupsi sangat kuat," tegasnya.
Langkah KSP dan KPK itu disambut positif oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Ia menyatakan kolaborasi keduanya justru mempermudah pihaknya dalam melakukan evaluasi dan pengawasan program MBG.
"Langkah yang baik. BGN berterima kasih karena ini membuat langkah kita menjadi lebih ringan," kata Dadan kepada wartawan, Selasa.(**)
Komentar0