Usai OTT Bupati Tulungagung, KPK Segel 4 Ruangan di Dinas PUPR.(dok, antara)
GoSumatera.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat menyegel sejumlah ruangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Penyegelan ini dilakukan menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terkait dugaan tindak pidana korupsi, Jumat (10/4/2026) malam.
Video berdurasi 37 detik yang merekam suasana ruangan-ruangan dinas PUPR yang digembok dan dipasang segel warna merah bertuliskan "dalam pengawasan KPK" beredar melalui unggahan @Tulungagung Eksis, terpantau di media sosial Instagram, Sabtu (11/4/2026) dikutip dari Antara.
"Iya, ada yang disegel di dalam," kata salah seorang petugas jaga gedung Dinas PUPR Tulungagung.
Dalam video singkat yang kemudian viral itu, ada empat ruang yang dipasang segel KPK. Keempat ruangan itu adalah ruang yang disegel ruang Bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, staf Administrasi Bina Marga serta ruang kepala Dinas PUPR.
Pada segel merah itu juga terdapat tulisan menggunakan spidol warna hitam bertuliskan "dilarang merusak segel ini tanpa seizin penyidik KPK".
Selain empat ruang di gedung dinas PUPR, KPK dikabarkan juga melakukan penyegelan ruangan di rumah dinas Bupati Tulungagung yang berada di kompleks Pendopo Kongas Arum Kusumaningrum.
Akses menuju rumah dinas saat ini ditutup rapat mulai dari pintu gerbang dengan penjagaan satpol PP setempat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan tim KPK telah membawa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul. 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif," kata Budi Prasetyo dalam keterangan melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp
"Dalam rangkaian kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur ini, dari total delapan belas orang yang diperiksa dan diamankan pada Jumat (10/4), selanjutnya tiga belas orang di antaranya dibawa ke Jakarta hari ini secara bertahap," kata Budi mengkonfirmasi perkembangan pada Sabtu siang , sekitar pukul 14.00 WIB.
Pada tahap pertama, Bupati Gatut Sunu sudah tiba pagi sekitar pukul 06.50 WIB. "Kemudian siang, tahap kedua tim membawa sebelas orang, dan tahap ketiga membawa satu orang," paparnya.
Ketiga belas orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, yaitu Bupati Tulungagung, dan sebelas orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta satu orang merupakan pihak lainnya.
Selanjutnya para pihak tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK Merah Putih. Selain mengamankan para pihak, dalam kegiatan ini Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai.
Adik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Ikut Terjaring OTT
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengonfirmasi adik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Jatmiko Dwijo Saputro, turut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (11/4/2026). Jatmiko ditangkap bersama kakaknya dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih terkait dugaan kasus pemerasan.
Budi turut membeberkan, Jatmiko berada di lokasi saat KPK melakukan OTT. Oleh sebab itu, dia ikut diringkus bersama dengan sang kakak, Gatut Sunu Wibowo.
Total ada 18 orang yang diamankan dalam gelaran OTT ke-10 di 2026 ini. Sebanyak 13 orang di antaranya diboyong ke Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Pihak yang terjaring OTT ini diterbangkan ke Jakarta dalam tiga tahap. Tahap pertama, Bupati Tulungagung, tahap kedua tim membawa sebelas orang, dan tahap ketiga membawa satu orang lagi.
KPK mengungkapkan gelaran OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan. Saat ini, para pihak yang diamankan ini akan langsung diperiksa oleh penyidik.(**)
Komentar0