Berita Perang Iran vs Israel-AS Hari ke-22: Update Serangan & Jumlah Korban.(dok, fb)
GoSumatera.com - Perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki minggu keempat atau hari ke-22 pada Sabtu (21/3/2026). Lebih dari 1.400 orang dilaporkan tewas di Iran.
Iran telah menyerang Israel dan pangkalan AS sebagai balasan, mengancam negara-negara Barat dan negara-negara Teluk, serta memperingatkan bahwa pelayaran global dan infrastruktur energi bisa berada dalam risiko.
Jutaan warga Iran merayakan Idulfitri dan Nowruz di bawah bayang-bayang perang.
Secara terpisah, AS menyatakan sedang mempertimbangkan untuk “mengurangi” konflik sambil menolak gencatan senjata, dan Inggris telah mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan terhadap lokasi rudal Iran.
Update Perang AS-Israel vs Iran Hari ke-22 pada 21 Maret 2026
Sejumlah informasi terbaru dari perang antara AS-Israel dan Iran yang telah memasuki hari ke-22 pada hari ini, seperti dikutip dari Al Jazeera, BBC, dan CNN.
1. Korban Jiwa di Iran Lebih dari 1.400
Perang ini telah menewaskan 1.444 orang di Iran, termasuk sedikitnya 204 anak-anak. Pertahanan udara diaktifkan di atas ibu kota, Teheran, dan wilayah sekitarnya setelah laporan ledakan saat negara tersebut merayakan hari pertama Tahun Baru Persia, Nowruz.
2. Iran Tembak Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS-Inggris
Iran menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran akan “menggunakan haknya untuk membela diri” dan memperingatkan bahwa nyawa warga Inggris dalam bahaya setelah Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang target Iran.
3. Iran Rayakan Hari Raya di Tengah Perang
Jutaan warga Iran merayakan momen langka bersamaan antara Idulfitri dan Nowruz (Tahun Baru Persia) di bawah ancaman pemboman. Kerumunan besar berkumpul di tempat-tempat suci seperti Makam Imam Reza di Mashhad, dengan banyak pertemuan berubah menjadi protes anti-Barat.
4. Iran Serang Kilang Minyak Kuwait
Dua gelombang drone Iran menghantam kilang Mina al-Ahmadi di Kuwait pada Jumat dini hari, memicu kebakaran di salah satu fasilitas terbesar di Timur Tengah yang mampu memproses sekitar 730.000 barel minyak per hari.
5. Donald Trump Beri Sinyal Pengurangan Konflik
Trump mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk “mengurangi” upaya militer di Timur Tengah dalam sebuah unggahan di media sosial pada Jumat, meskipun seorang sumber senior Iran mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada “pengurangan aktivitas militer” di kawasan tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia yakin AS telah “menang” dalam perangnya dengan Iran. Namun, ribuan Marinir dan pelaut AS tambahan sedang menuju Timur Tengah.
AS dilaporkan mengerahkan tambahan 2.200 hingga 2.500 Marinir ke Timur Tengah, sementara Trump menegaskan ia tidak mencari gencatan senjata dengan Iran.
Koresponden Al Jazeera,Kimberly Halkett menyebut pergerakan militer AS terbaru di Timur Tengah bisa mengarah pada “kemungkinan kehadiran pasukan darat AS di Iran” untuk mengamankan Selat Hormuz.
6. Kondisi Israel di Tengah Serangan Balasan Iran
Otoritas Israel mengatakan Iran menembakkan sembilan gelombang rudal terpisah ke Israel. Meskipun pertahanan udara beroperasi untuk mencegat, puing-puing dan munisi klaster yang jatuh menyebabkan kerusakan luas di Israel bagian tengah dan utara, serta wilayah barat Laut Mati.
Fragmen rudal jatuh di Yerusalem Timur yang diduduki, hanya sekitar 350 meter dari kompleks Masjid Al-Aqsa, menyebabkan kerusakan besar situs penting tersebut.
7. Situasi di Irak, Lebanon, Suriah
Sedikitnya 1.001 orang tewas di Lebanon sejak Israel melanjutkan serangan besar-besaran, termasuk sedikitnya 118 anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Israel memperingatkan warga di beberapa pinggiran selatan, termasuk Haret Hreik, Ghobeiry, dan Hadath, untuk segera mengungsi sebelum serangan terhadap infrastruktur Hizbullah.
Israel menyatakan menyerang infrastruktur militer di Suriah selatan sebagai respons atas dugaan serangan terhadap warga Druze di Suwayda. Qatar, Yordania, dan Mesir mengecam serangan tersebut.
8. Dampak Ekonomi Perang
Perang yang berlangsung di kawasan Teluk menyebabkan harga minyak melonjak, dengan Brent mencapai $112,19 per barel. Hal ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan jangka panjang dan potensi perlambatan ekonomi global.(**)
Komentar0