TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Apa yang Terjadi Jika Iran Memutus Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz

Apa yang Terjadi Jika Iran Memutus Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz?.(dok, fb)

GoSumatera.com - Selat Hormuz dan Laut Merah selama ini dikenal sebagai urat nadi perdagangan minyak dunia. Namun, di dasar perairan yang kini tengah memanas akibat konflik AS-Israel-Iran ini, terdapat infrastruktur yang jauh lebih krusial bagi kehidupan modern kita, yakni kabel internet bawah laut.

Jika negara-negara Teluk terus menampung pasukan Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik, muncul satu skenario mimpi buruk. Bagaimana jika Iran menargetkan dan memutus jaringan kabel bawah laut yang melintasi Selat Hormuz dan Laut Merah?

Sebagai informasi, titik-titik sempit (chokepoints) perairan ini membawa sekitar 17 hingga 30% dari total lalu lintas internet global, yang menghubungkan Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Jika beberapa kabel utama ini sengaja diputus atau rusak berat dalam sebuah eskalasi militer, inilah rentetan bencana digital yang akan terjadi.

Pemadaman Internet Nyaris Total di Negara-Negara Teluk

Dampak pertama dan paling brutal akan dirasakan langsung oleh negara-negara di kawasan tersebut. Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, hingga sebagian wilayah Irak akan kehilangan hampir seluruh konektivitas eksternal mereka, seperti dilansir dari kompasiana.

Apa yang masih berfungsi? Jaringan intranet lokal, konten YouTube atau Netflix yang sudah di-cache (diunduh ke peladen lokal), serta beberapa aplikasi perbankan domestik mungkin masih bisa berjalan tertatih-tatih untuk sementara waktu.

Apa yang mati total? Segala sesuatu yang membutuhkan jangkauan global secara real-time akan runtuh dalam hitungan jam. Panggilan WhatsApp ke luar negeri, akses Instagram, sebagian besar layanan cloud, hingga rapat internasional via Zoom tidak akan bisa digunakan.

Perlambatan Internet Global yang Masif

Koridor Teluk Persia dan Laut Merah adalah salah satu digital chokepoint sejati di planet ini. Kerusakan sebagian saja pada jalur ini sudah cukup untuk memicu lonjakan latency (keterlambatan pengiriman data) di seluruh dunia.

Dampaknya tidak main-main. Layanan cloud raksasa (seperti region AWS, Azure, dan Google Cloud di Teluk dan sekitarnya) akan lumpuh. Streaming video akan melambat secara drastis, aktivitas trading saham real-time akan hancur, pembaruan perangkat lunak akan tertunda, dan sistem kerja jarak jauh (remote work) dari berbagai wilayah di dunia akan menjadi sangat menyiksa---bahkan mustahil dilakukan.

Waktu Perbaikan Diukur dalam Hitungan Bulan, Bukan Hari

Mengapa tidak disambung saja secepatnya? Memperbaiki kabel laut dalam tidak semudah menyambung kabel listrik di darat. Proses ini membutuhkan kapal kabel khusus (cable ships).(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.