TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Soal Konflik AS-Iran, Paus Leo XIV Pilih Tidak Berdebat dengan Trump

Soal Konflik AS-Iran, Paus Leo XIV Pilih Tidak Berdebat dengan Trump.(dok, fb)

GoSumatera.com - Pemimpin Umat Katolik, Paus Leo XIV, mengatakan dirinya tidak ingin berdebat dengan Presiden AS, Donald Trump, mengenai serangan AS terhadap Iran.

Paus Leo mengatakan bahwa meskipun ada narasi tertentu yang tidak akurat, ia memilih akan terus menyampaikan pesan perdamaian.

"Sama sekali bukan kepentingan saya untuk berdebat dengan Presiden AS, Donald Trump , tentang perang Iran, tetap akan terus memberitakan pesan Injil tentang perdamaian," terang Paus Leo, dilansir dari The Guardian, Minggu (19/4/2026).

Paus Leo berupaya meluruskan keadaan, dengan menegaskan bahwa khotbahnya tidak ditujukan kepada Trump, melainkan mencerminkan pesan Injil yang lebih luas tentang perdamaian.

“Ada narasi tertentu yang tidak akurat dalam semua aspeknya, tetapi karena situasi politik yang tercipta ketika, pada hari pertama perjalanan, presiden Amerika Serikat memberikan beberapa komentar tentang saya,” katanya.

“Sebagian besar dari apa yang telah ditulis sejak saat itu lebih merupakan komentar atas komentar, mencoba menafsirkan apa yang telah dikatakan,” tambah Paus.

Trump melancarkan kritik di platform media sosialnya pada Minggu (12/4/2026) pekan lalu, ketika ia mengkritik khotbah Leo tentang perdamaian sebagai perang, yang dianggap sebagai kritik terhadap serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak, dan diikuti oleh pembalasan Iran.

Trump menuduh Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan. Hal ini juga merespons kritik Paus Leo sebelumnya terhadap tindakan keras presiden terhadap imigran ilegal dengan premis palsu bahwa mereka sebagian besar adalah penjahat, dan mengklaim bahwa Paus Amerika pertama itu berutang terpilihnya kepada Trump.

Terlepas dari upaya Trump untuk membenarkan serangannya terhadap Iran sebagai tindakan yang diperlukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, tidak ada bukti bahwa Iran memiliki program senjata nuklir aktif sejak tahun 2003, ketika program tersebut ditangguhkan oleh dekrit dari pemimpin tertinggi negara itu.

Leo secara konsisten menyerukan perdamaian dan dialog, serta mengecam penggunaan pembenaran agama untuk perang. Secara khusus, ia menyebut ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran sebagai "benar-benar tidak dapat diterima".

Vatikan menekankan bahwa ketika Leo berkhotbah tentang perdamaian, ia merujuk pada semua perang yang melanda planet ini, bukan hanya konflik Iran.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.