TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Permintaan Terakhir Adelia kepada Ayahnya, Minta Jemput di Stasiun Cibitung

Permintaan Terakhir Adelia kepada Ayahnya,  Minta Jemput di Stasiun Cibitung.(dok, IG)

GoSumatera.com - Sesaat sebelum terjadinya insiden, seorang korban tabrakan Kereta Api yang meninggal  di Bekasi Timur sempat menelpon ayah nya, dia bilang, minta dijemput di Stasiun Cibitung. Saat menelpon dia mengatakan sudah sampai Stasiun Kranji.

Pesan itu menjadi permintaan terakhir Adelia (26) kepada ayahnya, Haerusli. Perempuan muda itu menjadi salah satu korban men!nggal dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Haerusli mengungkap bahwa putrinya meminta dijemput di Stasiun Cibitung malam itu. Sekitar pukul 20.30 WIB putrinya mengabarkan kereta yang ditumpanginya telah tiba di Stasiun Kranji. Haerusli menunggu seperti biasa. Namun putrinya tak kunjung tiba.

Saat kabar kecelakaan kereta terdengar olehnya, ia bergegas mencari ke Stasiun Bekasi Timur. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Keluarga kemudian memperoleh informasi bahwa Adelia telah meninggal di rumah sakit.

"Waktu saya ke Stasiun Bekasi Timur, nggak ketemu. Nggak ada kabar. Tapi pas 
saudara-saudara yang cek rumah sakit, ada yang mengabari dia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur," ujar Haerusli saat ditemui awak media di rumah duka, Perumahan Bekasi Regensi 1, Wanasari, Cibitung, Selasa (28/4).

Adelia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, putri pasangan Haerusli dan Arni Ramlah. 

Selama empat bulan terakhir ia bekerja di Jakarta pada perusahaan layanan digital PT Ivonesia Solusi Data (Ivosights). 

Meski bekerja di ibu kota, ia tetap tinggal bersama orang tuanya di Cibitung. 
Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Wanajaya pada Selasa (28/4) pagi.(**)

Sumber: IG Radar Bandung



Komentar0

Type above and press Enter to search.