Israel Serang Beirut, 254 Orang Dilaporkan Tewas.(dok, AFP)
GoSumatera.com - Serangan udara besar-besaran dilancarkan Israel ke Beirut, Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Serangan yang terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran itu menewaskan setidaknya 254 orang.
Asap tebal membumbung di langit Beirut dalam serangan Israel tersebut. Warga panik berlarian di jalanan, banyak di antaranya terluka atau berusaha menyelamatkan diri ke rumah sakit.
Palang Merah Lebanon mengerahkan seratus ambulans untuk mengevakuasi korban di tengah ledakan dahsyat yang terdengar di seluruh penjuru kota. Situasi ini menyebabkan kekacauan besar.
“Banyak lokasi berada di tempat-tempat yang tidak diduga akan diserang. Hal itu menyebabkan kepanikan dan kekacauan di jalanan. Anak-anak menangis. Orang-orang berteriak – banyak orang terluka, berlarian di jalanan berusaha mencapai rumah sakit. Yang lain meninggalkan mobil mereka di tengah kemacetan," demikian laporan jurnalis Al Jazeera, Malcolm Webb, Rabu (8/4/2026).
Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang tercapai pada 8 April disambut baik oleh negara-negara lain di dunia. Dalam pengumumannya di X, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menjadi mediator negosiasi AS-Iran menyebut jika ceasefire juga berlaku untuk Lebanon dan kawasan lainnya.
“Dengan kerendahan hati yang sebesar-besarnya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA,” tulis PM Shehbaz di akun X @CMShehbaz.
Hanya saja, melalui pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Israel menegaskan jika mereka menghormati keputusan gencatan senjata namun menolak jika hal itu juga berlaku untuk Lebanon.
“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan tersebut,” bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel dikutip The Times of Israel, Rabu (8/4/2026).
Tewaskan 254 Orang
Serangan terbaru Israel ke Lebanon menargetkan sejumlah kawasan padat penduduk dan pusat komersial. Tanpa peringatan sebelumnya, hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata, serangan ini menewaskan sedikitnya 254 korban jiwa dan lebih dari 1.100 korban luka menurut Otoritas pertahanan sipil Lebanon.
"Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," kata Menteri Kesehatan Rakan Nassereddine.
Militer Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan serangan terkoordinasi terbesar sejak dimulainya operasi militer terbaru mereka pada awal Maret, dengan target utama berupa infrastruktur milik kelompok Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim bahwa ratusan anggota Hizbullah diserang di pusat-pusat komando mereka di seluruh Lebanon.
“(Militer Israel) melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers,” ungkap Katz.
Hizbullah Kecam Serangan Israel ke Lebanon
Kelompok Hizbullah mengecam keras serangan Israel ke Beirut pada Rabu (8/4/2026) kemarin. Pernyataan Israel yang mengatakan bahwa mereka menargetkan Hizbullah adalah tidak benar karena yang menjadi target adalah wilayah sipil.
“(Mereka menargetkan) wilayah sipil di pinggiran selatan Beirut, ibu kota, Sidon, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa.” ujar Hizbullah.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, juga turut mengecam serangan Israel tersebut dan menilai Israel sepenuhnya mengabaikan berbagai upaya regional maupun internasional untuk menghentikan perang.
“(Israel) tetap sama sekali mengabaikan semua upaya regional dan internasional untuk menghentikan perang – belum lagi pengabaiannya terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan hukum humaniter internasional, yang tidak pernah dihormatinya,” protes Salam.
Sejak pecah di awal Maret, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang di Lebanon, termasuk perempuan dan anak-anak, serta memaksa lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.(**)
Komentar0