TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Informasi Terbaru dari Konflik Iran vs Amerika: AS Ancam akan Melakukan Serangan Dahsyat

Informasi Terbaru dari Konflik Iran vs Amerika: AS Ancam akan Melakukan Serangan Dahsyat.(dok, AFP)

GoSumatera.com - Serentetan ledakan kembali terjadi di ibu kota Iran, Teheran pada Sabtu (7/3/2026) pagi. Ledakan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui penjualan senjata baru senilai 151 juta dolar AS kepada Israel.

Sementara, penjualan senjata kepada Tel Aviv ini disetujui Washington setelah Trump meminta Iran menyerah tanpa syarat tanpa mengindahkan kemungkinan mediasi antara kedua negara untuk menyelesaikan konflik.

Dalam video yang beredar menunjukkan kilatan ledakan disertai kepulan asap hitam di wilayah barat Teheran. Militer Israel pun mengakui, mereka telah memulai gelombang serangan besar terhadap sejumlah target di Iran.

Mengutip Euronews, setelah serangan yang menimbulkan awan dan asap gelap di Teheran, Iran lantas membalas dengan menembakkan rudal ke Israel. Serangan balasan ini dilakukan ketika AS memberikan ancaman baru berupa pengeboman yang paling besar selama konflik akan segera menyusul.

Pada Sabtu pagi, ledakan keras juga terdengar di Yerusalem dan rudal yang masuk dari Iran membuat orang-orang menuju tempat perlindungan bom di seluruh Israel.

Sebagai tanda semakin meluasnya konflik, sirene berbunyi pada Sabtu pagi di Bahrain saat serangan Iran menargetkan kerajaan pulau itu.

Selain itu, Arab Saudi mengatakan juga bahwa mereka telah menghancurkan drone yang menuju ladang minyak Shaybah dan menembak jatuh sebuah rudal balistik yang diluncurkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan, tempat penampungan pasukan AS.

Sejak sepekan terakhir, AS dan Israel telah memukul Iran dengan serangan bertubi-tubi, menargetkan kemampuan militer, kepemimpinan, dan program nuklirnya.

Tujuan dan jadwal perang yang dinyatakan telah berulang kali berubah, karena AS terkadang menyarankan agar mereka berusaha menggulingkan pemerintahan Iran atau mengangkat kepemimpinan baru dari dalam.

Meski begitu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa kampanye pengeboman terbesar dalam perang masih akan menyusul.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.