Ferdian Timur Satyagraha: Piutang Gadai Pegadaian Tembus Rp124 Triliun.(dok, PT Pegadaian)
GoSumatera.com - Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pegadaian mencatatkan nilai piutang gadai sebesar Rp124 triliun sejak awal Maret hingga hari lebaran tahun 2026 ini.
Hal ini diungkapkan Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha. Menurutnya, tren aktivitas gadai sejak pertengahan Ramadhan hingga menjelang Lebaran relatif sama dengan tren aktivitas gadai saat menjelang hingga awal Ramadhan.
“Sejak awal bulan Maret hingga menjelang Lebaran, di mana dalam waktu dua minggu, total nilai piutang mencapai Rp124 triliun dengan pertumbuhan dua persen atau sekitar Rp2,4 triliun dari bulan Februari,” kata Ferdian dari Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026), dikutip dari ANTARA.
Ferdian menuturkan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa layanan gadai menjadi salah satu opsi utama untuk pemenuhan kebutuhan likuiditas masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Ia pun optimistis aktivitas gadai akan terus meningkat pada periode libur Idul Fitri saat ini, seiring dengan kebutuhan untuk perayaan hari H dan setelah Lebaran.
Di sisi lain, Ferdian menuturkan, emas dan perhiasan, kendaraan, hingga alat elektronik menjadi barang yang paling banyak dijadikan jaminan oleh nasabah. Emas dan perhiasan serta alat elektronik memang seringkali menjadi pilihan untuk memperoleh pembiayaan gadai.
“Sementara untuk kendaraan, seringkali digadaikan karena beberapa segmen masyarakat yang mudik ataupun bepergian tidak melalui jalur darat di masa Lebaran telah mempercayakan Pegadaian untuk merawat kendaraan selama masa mudik tersebut,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ferdian juga mengungkapkan, Surabaya, Makassar, dan Jabodetabek menjadi wilayah dengan nilai pengajuan pembiayaan gadai paling tinggi sepanjang Ramadhan tahun ini. Kondisi ini dikarenakan tiga daerah tersebut memiliki kebutuhan yang besar terhadap pendanaan, terutama melalui gadai emas.
“PT Pegadaian telah mengantisipasi lonjakan (aktivitas gadai) dengan memastikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan masyarakat, seperti kesiapan likuiditas perusahaan, program promo yang menarik, penguatan credit scoring dan customer profiling, peningkatan layanan digital TRING!, serta pengamanan outlet selama libur Lebaran,” pungkasnya.(**)
Komentar0