Wawako Ibnu Asis: Silek Bukan Sekadar Bela Diri, tetapi Pendidikan Adab Anak Nagari.(dok, Kominfo Bukittinggi)
GoSumatera.com – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menghadiri pelantikan Pengurus Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Kota Bukittinggi periode 2026-2030 yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Minggu (8/11/2026).
Pelantikan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum KPSTI Sumatera Barat, Indrayuda. Dalam kesempatan tersebut, Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt. Nagari Labiah resmi dipercaya sebagai Ketua KPSTI Kota Bukittinggi bersama jajaran pengurus lainnya untuk masa bakti 2026-2030.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih beserta seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta memperkuat upaya pelestarian silek tradisi sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau.
Menurut Ibnu Asis, silek tidak hanya merupakan seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, adab, dan filosofi kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Minangkabau.
"Silek bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga pendidikan adab bagi anak nagari untuk belajar menahan diri, menghormati guru, dan menjaga marwah kaum," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran KPSTI bukan untuk menjadi tandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Sebaliknya, KPSTI memiliki fokus tersendiri, yakni mengembangkan dan melestarikan silek tradisi sebagai bagian dari identitas serta kekayaan budaya Minangkabau.
Ibnu Asis menyatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi siap bersinergi dan memfasilitasi berbagai program KPSTI dalam menjaga keberlangsungan silek tradisi, termasuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam mempelajari dan mengembangkan warisan budaya tersebut.
Ia berharap, melalui kepengurusan yang baru, silek tradisi semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
" Silek harus tetap lestari di tengah perkembangan zaman," tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran KPSTI dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seni bela diri tradisional Minangkabau agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat.(**)
Komentar0