Status Gunung Gamkonora Naik ke Level Waspada, Pendakian Ditutup.(dok, instagram @kamransoya)
GoSumatera.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).
Peningkatan status tersebut dilakukan menyusul adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang terpantau di gunung api tersebut. Sebagai langkah antisipasi, seluruh aktivitas pendakian menuju kawasan puncak Gunung Gamkonora juga ditutup sementara.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora, Ridwan Jalil, mengatakan penutupan pendakian dilakukan seiring meningkatnya aktivitas di kawasan kawah.
"Untuk saat ini pendakian kami tutup," kata Ridwan di Ternate, Sabtu (7/11/2026).
Ridwan menjelaskan, kenaikan status Gunung Gamkonora menjadi Level II (Waspada) mulai berlaku sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIB.
Dia menyebutkan, ketika status masih berada pada Level I (Normal), masyarakat dan pendaki masih diperbolehkan mendekati kawasan kawah dengan radius rekomendasi 1,5 kilometer. Namun, setelah status dinaikkan menjadi Waspada, aktivitas pendakian tidak lagi diperbolehkan.
"Dulunya kalau Normal radius 1,5 kilometer, masyarakat pendaki tetap mendekati kawah. Namun saat ini kami larang, tidak bisa ada pendakian," ujarnya, dikutip dari Antara.
Kegempaan Gunung Gamkonora Meningkat
Berdasarkan laporan Badan Geologi, peningkatan aktivitas Gunung Gamkonora ditandai dengan bertambahnya frekuensi gempa vulkanik dangkal sejak 29 Oktober 2026.
Frekuensi gempa tersebut meningkat dari rata-rata kurang dari dua kejadian menjadi sembilan kejadian per hari. Sementara itu, gempa vulkanik dalam juga mengalami peningkatan dari rata-rata kurang dari empat kejadian menjadi lima kejadian per hari.
Hasil pengamatan instrumental selama Oktober 2026 mencatat sebanyak 129 kali gempa Tornillo, lima kali gempa frekuensi rendah, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 79 kali gempa vulkanik dalam, 105 kali gempa tektonik lokal, serta 475 kali gempa tektonik jauh.
Sementara itu, selama periode 1-5 November 2026, tercatat 13 kali gempa Tornillo, tiga kali gempa frekuensi rendah, satu kali gempa vulkanik dangkal, delapan kali gempa vulkanik dalam, 23 kali gempa tektonik lokal, dan 70 kali gempa tektonik jauh.
Dari hasil pengamatan visual, kondisi Gunung Gamkonora terpantau bervariasi, mulai dari terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30-50 meter dari puncak.
Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 2 Kilometer
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi terhadap aktivitas kegempaan serta pengamatan visual, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi Gunung Gamkonora.
Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak benar atau tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Badan Geologi menegaskan, evaluasi tingkat aktivitas Gunung Gamkonora akan dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Status Level II (Waspada) beserta rekomendasi yang berlaku akan tetap dipertahankan hingga diterbitkannya laporan evaluasi berikutnya.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Geologi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (**)
Komentar0