Prabowo Kucurkan Rp2 Miliar untuk Bangun 200 Sumur Bor, Atasi Karhutla.(dok, istimewa)
GoSumatera.com - Presiden Prabowo Subianto menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar untuk membangun 200 titik sumur bor guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Persetujuan tersebut diberikan setelah Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, melaporkan kendala pemadaman kebakaran di kawasan rawa yang sulit dijangkau.
Keputusan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas perkembangan penanganan karhutla yang digelar secara hybrid pada Senin (12/10/2026).
"Saya kirim Rp2 miliar, (untuk membuat) 200 titik (sumur bor)," kata Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Pangdam Zainul menjelaskan bahwa pemadaman karhutla di sejumlah kawasan rawa, termasuk wilayah Taman Nasional Tanjung Puting, menghadapi tantangan berat. Medan yang terisolasi dan sulit diakses kendaraan membuat petugas di lapangan bergantung pada pompa air portabel atau alkon serta ketersediaan sumber air.
Menanggapi laporan itu, Prabowo menanyakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor di kawasan terdampak.
"Suatu lubang bor berapa biaya untuk bayar upahnya?" tanya Prabowo.
Zainul kemudian menjelaskan bahwa biaya pembuatan satu titik sumur bor di kawasan rawa tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Setelah mendengar penjelasan itu, Prabowo langsung menyetujui anggaran Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik sumur bor.
Selain memberikan dukungan anggaran, Presiden juga menambah bantuan peralatan untuk memperkuat upaya pemadaman dan pembasahan lahan.
Ketika Zainul mengusulkan kebutuhan 50 unit mesin pompa air, Prabowo memutuskan untuk mengirimkan hingga 200 unit pompa yang didatangkan dari Pulau Jawa.
"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," tegas Prabowo.
Penambahan sumur bor dan pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petugas menjangkau sumber air di kawasan yang sulit diakses, sekaligus mempercepat pemadaman titik api dan proses pembasahan lahan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Prabowo juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari strategi mitigasi berbasis desa agar penanganan kebakaran berlangsung lebih efektif.
"Nanti, kita berdayakan juga masyarakat untuk bantu membuat bor air itu. Pencegahan, saya minta segera diatasi," ujar Presiden.
Sementara itu, berdasarkan data BNPB per 12 Oktober 2026, luas area yang masih terbakar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla mencapai 639,23 hektare. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi dua wilayah yang menghadapi tantangan penanganan cukup berat.
Dengan tambahan anggaran dan peralatan tersebut, pemerintah berharap upaya pemadaman melalui jalur darat dapat berjalan lebih optimal, terutama di wilayah rawa dan kawasan yang sulit dijangkau.
Pembangunan sumur bor juga diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran susulan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penanganan karhutla harus segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. (**)
Komentar0