Resmi Dilantik Prabowo, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri.(dok, tangkapan layat you tube kepresidenan).
GoSumatera.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suyudi menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang diberhentikan dari jabatan tersebut.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Suyudi berlangsung sekitar pukul 14.45 WIB, setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri melalui rapat paripurna.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR mengenai usulan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo sekaligus pengangkatan Kapolri yang baru. Surat bernomor R57/Surpres/09/2026 itu tertanggal 30 September 2026.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan bahwa Presiden mengusulkan Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk menggantikan Listyo Sigit.
DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Menindaklanjuti surat Presiden, Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Suyudi pada Kamis (1/10/2026) pagi di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dalam uji kelayakan tersebut, Suyudi memaparkan visi dan misinya selama sekitar 10 menit. Setelah itu, Komisi III menyepakati pencalonannya secara aklamasi.
Habiburokhman mengatakan keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan dari seluruh fraksi partai politik yang hadir, serta unsur pimpinan DPR dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sebagaimana disampaikan dalam rapat.
Hasil pembahasan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk mendapatkan persetujuan.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta persetujuan anggota dewan atas pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.
“Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, apakah dapat disetujui?” tanya Puan.
Para peserta rapat menjawab setuju, kemudian Puan mengetuk palu sebagai tanda pengesahan keputusan DPR.
Dengan persetujuan tersebut, proses pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri dilanjutkan melalui pelantikan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara.
Usung Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Dalam pemaparan visi dan misinya di hadapan Komisi III DPR RI, Suyudi menyampaikan tema kepemimpinan yang akan diusungnya, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”.
Menurut Suyudi, tema tersebut merupakan doktrin kepemimpinan dan transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia menegaskan bahwa Polri tidak mengambil alih fungsi kementerian maupun lembaga lain. Peran kepolisian, kata dia, adalah menjaga keamanan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan keamanan, serta menindak tindak pidana sesuai kewenangannya.
Suyudi juga menekankan bahwa keamanan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan kejahatan, tetapi juga sebagai kondisi yang memungkinkan masyarakat bekerja, belajar, beribadah, berusaha, berinovasi, dan menjalani kehidupan dengan rasa aman.
Terkait penanganan unjuk rasa, ia menyatakan bahwa kepolisian harus menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi.
“Unjuk rasa harus dilayani dan diamankan sebagai bagian dari demokrasi. Peserta damai dilindungi. Pelaku kekerasan ditindak berdasarkan perilaku dan bukti,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan kekuatan oleh aparat harus dilakukan secara sah, diperlukan, proporsional, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam hal kerja sama internasional, Suyudi menilai kolaborasi antarnegara perlu diarahkan pada hasil konkret, seperti pertukaran informasi, forensik digital, pelacakan aset, pencarian buronan, kerja sama melalui Interpol, serta investigasi bersama sesuai ketentuan hukum.
Suyudi juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pelayanan kepolisian, termasuk hasil survei dan pengaduan masyarakat.
Menurut dia, penanganan laporan harus dilakukan secara profesional, mulai dari verifikasi, tindak lanjut, penyampaian perkembangan perkara, hingga penyelesaian sesuai hukum.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya baru mendapatkan perhatian setelah suatu laporan menjadi viral.
Listyo Sigit Dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan
Sebelum pelantikan Kapolri yang baru, Listyo Sigit Prabowo masih terlihat mendampingi Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, Listyo Sigit hadir sebagai salah satu peserta upacara. Ia juga terlihat berada di belakang Presiden ketika Prabowo berdoa di depan sumur Lubang Buaya.
Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri sejak 27 Januari 2021 setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Ia menggantikan Jenderal Pol Idham Azis.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri, Listyo Sigit kemudian dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Dudung Abdurachman.
Dudung sendiri mendapat penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Sebelum pelantikan, Listyo Sigit sempat menyampaikan kepada wartawan bahwa dirinya akan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
“Ya katanya, ini saya akan dilantik menjadi KSP. Tapi nanti jelasnya pada saat selesai dilantik,” kata Listyo Sigit.
Ia berharap informasi tersebut benar.
Profil dan Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto
Komjen Pol Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan
Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994.
Suyudi melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Sepanjang kariernya, Suyudi banyak bertugas di bidang reserse dan kriminal. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan, antara lain Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Suyudi juga pernah memimpin unit Jatanras Polda Metro Jaya serta menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, dan Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Kariernya berlanjut dengan sejumlah penugasan sebagai kepala kepolisian resor, termasuk Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Pada 2023, Suyudi dipercaya menjabat Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi Kapolda Banten.
Sebelum diusulkan sebagai Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dengan pelantikan tersebut, Suyudi Ario Seto memulai tugasnya sebagai Kapolri dengan membawa tema kepemimpinan “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan pelayanan, perlindungan, kepastian hukum, dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.(**)
Komentar0