TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

OKI Dominasi Hotspot Sumsel, 1.917 Titik Panas Tercatat Hari Ini

OKI Dominasi Hotspot Sumsel, 1.917 Titik Panas Tercatat Hari Ini.(dok, Syabrul Hidayat)

GoSumatera.com – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 1.917 titik pada Senin (12/10/2026). Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni 1.271 titik, yang mayoritas terpantau berada di kawasan lahan gambut.

Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang musim kemarau tahun ini di Sumsel. Tingginya sebaran titik panas tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki hamparan gambut luas.

Berdasarkan data sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, dari total 1.917 hotspot yang terpantau di Sumsel, sebanyak 1.271 titik berada di Kabupaten OKI. 

Sementara itu, sebaran titik panas di sejumlah kabupaten lainnya tercatat jauh lebih sedikit.
Kepala Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, membenarkan tingginya jumlah hotspot yang terpantau pada hari ini.

 Ia menyebutkan, sebagian besar titik panas berada di kawasan lahan gambut.
Meski demikian, Sudirman mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi awal yang masih perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan lokasi dan kondisi kebakaran.

"Ya, hari ini hotspot di Sumsel terpantau sangat banyak, mayoritas berada di lahan gambut," ungkap Sudirman, Senin (12/10/2026).

Ia memastikan operasi penanganan karhutla masih terus dilakukan oleh satuan tugas (satgas) darat dan udara. Sejumlah wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.

"Heli patroli terus memantau situasi, selanjutnya tim satgas darat dan water bombing bergerak memadamkan api. Kami upayakan bisa terkendali," kata Sudirman.

Karhutla di OKI Meluas, Tim Kesulitan Mendapatkan Air

Sementara itu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) mencatat Kabupaten OKI sebagai salah satu wilayah dengan sebaran titik karhutla terbanyak.

Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Menang Raya, Riding, Pulau Beruang, serta kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan telah berlangsung selama lebih dari sebulan.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air. Sungai dan kanal buatan yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman mulai mengering akibat kondisi cuaca yang kering.

Selain itu, vegetasi dan material lahan yang mengering membuat api lebih mudah membesar dan merambat ke area sekitarnya. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam mengendalikan kebakaran, khususnya di kawasan gambut.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim masih berada di lapangan untuk melakukan upaya pemadaman dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

"Kita masih di lapangan guna memadamkan api, kita upayakan dengan potensi yang ada," kata Ferdian.

Kualitas Udara Palembang Masih Sangat Tidak Sehat

Di tengah tingginya aktivitas karhutla, kualitas udara di Kota Palembang juga masih menjadi perhatian. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan grafik riwayat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang dipantau di Stasiun Talang Betutu, Palembang, konsentrasi PM2.5 pada rentang pukul 00.00–08.00 WIB tercatat berkisar 120,6 hingga 354,5 mikrogram per meter kubik.

Sementara itu, pada pukul 09.00–15.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran 144,7 hingga 229,8 mikrogram per meter kubik.
Meski masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, konsentrasi partikulat pada hari ini cenderung menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya, ketika PM2.5 dilaporkan menembus 900 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Sumsel tidak hanya berkaitan dengan upaya pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Sebaran Hotspot di Sumsel Hari Ini
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, berikut sebaran hotspot di Sumatera Selatan pada Senin (12/10/2026):

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI): 1.271 titik
Kabupaten Musi Banyuasin: 218 titik
Kabupaten Banyuasin: 181 titik
Kabupaten Muara Enim: 89 titik
Kabupaten Ogan Ilir: 55 titik
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur: 42 titik
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan: 17 titik
Kabupaten Ogan Komering Ulu: 15 titik
Kabupaten Musi Rawas: 9 titik
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): 8 titik
Kabupaten Musi Rawas Utara: 7 titik
Kabupaten Lahat: 5 titik

Tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian serius bagi petugas gabungan untuk meningkatkan pemantauan dan mempercepat penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut yang rentan mengalami kebakaran berulang.
(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.