TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Gianni Infantino Disorot, Laporan Investigasi Ungkap Dugaan Pembayaran Rp32 Miliar

Gianni Infantino Disorot, Laporan Investigasi Ungkap Dugaan Pembayaran Rp32 Miliar.(dok, ANTARA foto/Aditya Pradana Putra/sgd)

GoSumatera.com – Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah surat kabar Inggris, The Times, merilis laporan investigatif mengenai dugaan pembayaran tambahan senilai puluhan miliar rupiah yang diterimanya di luar gaji dan bonus resmi sebagai pimpinan badan sepak bola dunia tersebut.

Laporan yang diterbitkan pada Senin (12/10/2026) itu mengungkap dugaan adanya pembayaran yang tidak diungkapkan secara terbuka oleh FIFA. Dana tersebut juga disebut berkaitan dengan pembiayaan tempat tinggal mewah Infantino di Miami, Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Mundo Deportivo, dugaan tersebut mencuat setelah adanya perbedaan informasi antara laporan tahunan FIFA dan dokumen pengajuan pajak FWC2026 US Inc., entitas yang dibentuk untuk mengelola penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Dalam laporan tahunan FIFA 2024, Infantino tercatat menerima kompensasi tahunan sebesar 4,27 juta franc Swiss atau sekitar Rp91 miliar.

Namun, dokumen pengajuan pajak FWC2026 US Inc. disebut mencatat pembayaran tambahan kepada Infantino sebesar 1,6 juta euro atau sekitar Rp32 miliar pada tahun yang sama.

Pembayaran tersebut menjadi sorotan karena diduga tidak diungkapkan kepada publik sebagaimana kompensasi yang diterimanya dari FIFA.

Dari total pembayaran 1,6 juta euro itu, sekitar 500.000 euro tercatat dalam kategori 
“kompensasi lain yang wajib dilaporkan”. Dana tersebut disebut berkaitan dengan biaya sewa rumah mewah di kawasan Sunset Islands, Miami, yang dikenal sebagai salah satu lingkungan eksklusif di kota tersebut.

Mengutip France 24, persoalan ini berkaitan dengan dugaan adanya dua sumber pembayaran yang diterima Infantino, yakni dari FIFA dan FWC2026 US Inc. Sementara kompensasi dari FIFA diumumkan secara terbuka, pembayaran melalui entitas terkait Piala Dunia 2026 itu diduga tidak disampaikan kepada publik.

Mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, turut menyoroti persoalan tersebut. Kepada The Times, Maduro menilai bahwa pembayaran dari perusahaan yang berkaitan dengan FIFA seharusnya diungkapkan sesuai dengan ketentuan tata kelola organisasi.

“Ini jelas pelanggaran aturan jika dia dibayar sejumlah uang lain oleh perusahaan yang terkait dengan FIFA dan itu tidak dipublikasikan,” ujar Maduro, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Maduro juga menyerukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah pembayaran tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di FIFA.

Meski demikian, dugaan pembayaran yang tidak diungkapkan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan dasar pembayaran, kewajiban pelaporan, serta ada atau tidaknya pelanggaran terhadap aturan organisasi.

Rentetan Kontroversi Infantino

Laporan terbaru ini menambah sorotan terhadap kepemimpinan Infantino, yang sebelumnya juga menghadapi kritik terkait sejumlah kebijakan FIFA.

Sejak Agustus lalu, sejumlah pihak dilaporkan mendesak Infantino untuk mengundurkan diri. Desakan tersebut antara lain dipicu oleh proposal penjualan saham FIFA kepada perusahaan swasta yang disebut mulai digulirkan pada Juli 2026.

Gagasan tersebut memunculkan reaksi dari sejumlah asosiasi sepak bola dan tokoh sepak bola internasional. Para pengkritik mempertanyakan dampaknya terhadap tata kelola serta orientasi komersial FIFA.

Infantino juga menuai kritik karena kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang dan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko.

Salah satu hal yang menjadi perdebatan adalah keputusan FIFA memberikan penghargaan perdamaian untuk pertama kalinya kepada Trump menjelang turnamen tersebut. Keputusan itu memicu beragam tanggapan dari sejumlah kalangan.

Di tengah berbagai sorotan tersebut, FIFA dijadwalkan menggelar pemilihan presiden pada Maret 2027. Infantino dilaporkan tengah mempersiapkan diri untuk kembali mencalonkan diri demi mempertahankan posisinya sebagai pimpinan badan sepak bola dunia itu.

Perkembangan laporan investigatif mengenai dugaan pembayaran tambahan tersebut berpotensi kembali memunculkan pertanyaan mengenai transparansi keuangan dan penerapan prinsip tata kelola di lingkungan FIFA.

Catatan: Seluruh dugaan terkait pembayaran kepada Infantino dalam laporan ini tetap perlu dibedakan dari pelanggaran yang telah terbukti secara hukum. (**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.