TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Update Dampak Gempa NTT: 38 Orang Meninggal, 54 Rumah Rusak Berat

Update Dampak Gempa NTT: 38 Orang Meninggal, 54 Unit Rumah Rusak Berat.(dok, istimewa)

GoSumatera.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengungkapkan hingga Sabtu (15/8/2026) sore terdapat 38 orang meninggal dunia akibat kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi.

Selain itu, dikutip dari data BNPB hingga pukul 15:00 waktu setempat, terdapat dua orang yang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan.

"Kemudian saya ingin meng-update korban ya. Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa. Sampai dengan pukul 15:00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan," kata Suharyanto dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (15/8/2026).

Suharyanto merincikan data warga yang meninggal akibat gempa tersebar di Sikka: 3, Manggarai: 16, Manggarai Timur: 17, Ende: 1, dan Manggarai Barat: 1. Suharyanto menyampaikan dengan perkembangan proses evakuasi, korban meninggal dipastikan akan mengalami penambahan.

"Total 38. Pasti besok bertambah lagi dan lain sebagainya. Jadi sekali lagi kami akan terus mencari informasi ya supaya nanti datanya lebih baik lagi," terangnya.

Selain itu, Suharyanto menyampaikan bahwa dari laporan warga hingga saat ini, terdapat kurang dari 10 warga yang dilaporkan masih terjebak di antara reruntuhan gempa.

Namun, dia menyerahkan perihal data korban tersebut kepada Gubernur NTT demi mendapat data yang lebih konkret.

"Jadi untuk data yang terjebak ini memang bergerak terus. Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah 10 begitu ya. Tapi nanti Mas Heru tanya langsung Pak Gubernur karena saya takut salah," ungkapnya.

Selain korban jiwa dan luka, sebanyak dua ribu warga tercatat saat ini melakukan pengungsian secara mandiri dan meninggalkan rumah mereka yang rusak akibat gempa. Untuk data rumah yang rusak sedang dicatat oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri. Kemudian untuk materiil ya, untuk materiil tercatat ini ada beberapa jalan yang longsor, tertutup. Datanya nanti akan disampaikan secara rinci nanti di kementerian PU. Ada beberapa rumah masyarakat, ini terus didata terus ya, didata terus, berkembang terus. Kalau yang per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," jelasnya.

BNPB Terus Perbarui Data Korban Terdampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 15.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Data korban masih terus diperbarui seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat 13 orang mengalami luka-luka, terdiri dari dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri dan mengungsi setelah merasakan guncangan kuat serta adanya peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan.

KERUSAKAN BANGUNAN

Dampak gempa juga mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan. Data sementara mencatat:
• 54 unit rumah rusak berat
• 9 unit rumah rusak sedang
• 11 unit rumah rusak ringan
• Sejumlah fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, gudang Bulog dan kantor pemerintahan turut mengalami kerusakan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan. Di daerah tersebut tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan sembilan rumah rusak ringan. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur terdapat 23 rumah rusak berat.

PENANGANAN MASIH BERLANGSUNG

Tim SAR gabungan bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait masih melakukan penanganan, pencarian, evakuasi serta pendataan dampak gempa.

BNPB juga telah mengerahkan satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik, kebutuhan operasional dan kemungkinan evakuasi apabila diperlukan.

Sementara itu, kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih mengalami gangguan. Di Kabupaten Nagekeo, aliran listrik dilaporkan masih padam dan sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak.

Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama telah dinyatakan berakhir oleh BMKG pada pukul 07.31 WIB, setelah tidak ditemukan kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.(**)

Catatan: Data korban dan kerusakan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi serta pendataan di lapangan.

Mari kita doakan keselamatan seluruh warga NTT yang terdampak bencana ini. Semoga proses pencarian, evakuasi dan penanganan berjalan lancar.

#GempaNTT #GempaFlores #NTTBerduka #Nagekeo #Manggarai #ManggaraiTimur #Sikka #BNPB #InfoBencana #BeritaTerkini #LaporanBencana #NTTHariIni

Komentar0

Type above and press Enter to search.