TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Terungkap, Alibi Pelaku Pembunuhan di Pelalawan yang Menyebut Korban Bunuh Diri

Terungkap, Alibi Pelaku Pembunuhan di Pelalawan yang Menyebut Korban Bunuh Diri.(dok, ilustrasi AI Qwen)  

GoSumatera.com - Seorang pria bernama Jamal alias Udin di Kabupaten Pelalawan, Riau, ditangkap polisi atas dugaan pembunuhan. Ia diduga telah membunuh seorang perempuan dan menutupinya dengan bersandiwara agar korban tampak seperti bunuh diri. Berikut alibi yang digunakan pelaku.

Kasus ini bermula dari sebuah peristiwa pada Rabu (12/8/2026) lalu. Kala itu, seorang perempuan berinisial SS (46) ditemukan tak bernyawa rumah kontrakan yang dihuni Jamal (27) yang berada di Jalan Markisa Gang Mangga, RT 003 RW 004, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Penemuan jasad tersebut semula dikaitkan sebagai tindakan bunuh diri. SS diduga mengakhiri hidupnya di rumah kontrakan yang dihuni Jamal.

Akan tetapi, belakangan penyelidikan kasus justru mengungkap hal lain. SS diduga tak bunuh diri, melainkan dibunuh oleh Jamal. Dugaan bunuh diri yang semula dikaitkan dalam kasus ini, disinyalir merupakan bagian dari sandiwara yang dilakukan Jamal untuk menutupi kejahatannya.

Alibi Jamal Sembunyikan Aksi Pembunuhan

Kasus ini bermula dengan kunjungan SS ke rumah kontrakan yang kini dihuni Jamal. Keduanya disebut merupakan rekan kerja di salah satu restoran.

Keterangan pihak kepolisian menyatakan bahwa SS awalnya mendatangi kontrakan Jamal pada Senin (10/8). Pada hari itu, SS meminta tolong kepada Jamal agar diperkenankan untuk menginap di kontrakannya.
SS beralasan bahwa ia sedang terlibat pertengkaran dengan suaminya. Hal itu membuatnya perlu mengungsikan diri sembari menunggu tensi pertengkaran mereda.

Karena telah saling mengenal, Jamal pun menyanggupi permintaan SS. Bahkan, Jamal memberikan salinan kunci kontrakan agar SS bisa bebas keluar masuk rumah kontrakannya.

Akan tetapi, keadaan berubah menjadi horor bagi SS. Pada suatu ketika, Jamal pulang ke rumah kontrakannya dalam keadaan mabuk narkoba. Ia kemudian meminta SS untuk melakukan hubungan seksual dengannya.

Mendengar permintaan yang tak masuk akal itu, SS menolak. Respons Jamal terhadap penolakan itu justru berakhir kekerasan fisik. Jamal diduga mencekik SS hingga tewas.

Setelah melakukan pembunuhan, Jamal kemudian menutupi kejahatannya dengan merekayasa alibinya. Rencana pengaburan fakta itu lalu dilakukan Jamal pada Rabu malam.

Kala itu, Jamal pergi ke luar rumah dan meninggalkan jasad SS tergeletak di rumah kontrakannya. Ia pergi untuk beberapa saat dan kemudian kembali ke rumah lagi.

Saat kembali, Jamal tak langsung membuka pintu. Ia justru mengetuk pintu dan memanggil nama SS dari luar. Hal ini ia lakukan seolah ia datang ketika rumah dikunci dari dalam.

Ketukan pintu dan panggilan Jamal itu dilakukan sementara waktu dan cukup keras hingga tetangga kontrakannya dapat mendengar. Sang tetangga lalu mengirim pesan kepada Jamal, menyarankan agar ia mendobrak pintu karena khawatir SS dalam keadaan pingsan.

Jamal pun kemudian melakukan saran itu. Pintu rumah kontrakannya dicongkel paksa agar ia tampak seperti tak tahu apa-apa.

Alibi palsu itu berjalan sesuai rencana Jamal. Sang tetangga kemudian keluar untuk ikut memeriksa keadaan SS di dalam rumah.

Saat itulah sang tetangga mengetahui SS telah tergeletak tak bernyawa. Dalam situasi itu, Jamal bersikap seolah sama kaget dan paniknya dengan sang tetangga. Bahkan, ia adalah pihak yang melaporkan peristiwa penemuan jasad kepada otoritas setempat.

Polisi Bongkar Kebohongan Jamal

Penemuan jasad SS itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Polsek Pangkalan Kerinci lalu menurunkan tim reserse kriminal mereka ke lokasi.

Petugas kepolisian kemudian melakukan prosedur penyelidikan. Mereka melakukan olah TKP, membawa jasad ke RS Bhayangkara untuk diperiksa, dan meminta keterangan para saksi.

Jamal turut diperiksa polisi sebagai penghuni TKP. Saat itu, Jamal mengungkapkan alibi palsunya ke pihak kepolisian. Ia mengarang cerita agar SS tampak telah bunuh diri karena sedang dilanda masalah rumah tangga.

Akan tetapi, pemeriksaan jasad SS justru menunjukkan cerita yang berbeda. Hasil visum yang dilakukan pada jasad SS menunjukkan adanya tanda kekerasan pada bagian dada dan leher.

Petunjuk itu kemudian digunakan untuk menelisik lebih jauh tentang apa yang sebenarnya terjadi pada waktu kematian SS. Pada saat itulah kecurigaan mulai mengarah ke Jamal. Hingga akhirnya Jamal ditangkap atas tuduhan tindakan pembunuhan.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.