Antisipasi TBC dan DM, Dinkes Bukittinggi Berikan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.(dok, Linda Sari)
GoSumatera.com - Puluhan warga mendatangi lokasi pemeriksaan kesehatan di Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) untuk melakukan cek kesehatan pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dalam memperkuat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dan Diabetes Melitus (DM).
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menggunakan X-ray portable sebagai pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosis TBC.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya Dinkes Kota Bukittinggi mempercepat penemuan kasus TBC, terutama pada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC maupun kelompok berisiko.
Pemeriksaan menyasar masyarakat yang memiliki kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien TBC, serta kelompok berisiko, di antaranya penderita diabetes melitus dan masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok.
Penanggung Jawab Program TBC Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ns. Lisa Devita, mengatakan kegiatan pemeriksaan dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus hingga November 2026.
Sasaran pemeriksaan sekitar 100 orang yang tersebar di sejumlah kelurahan sesuai dengan kondisi dan jumlah kasus yang ditemukan.
“Untuk target pemeriksaan sekarang sekitar 100 orang. Kegiatannya berlangsung mulai Agustus sampai November. Mereka yang memiliki kontak dengan pasien TBC akan didata dan dipanggil melalui puskesmas untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Lisa, Kamis.
Lisa mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, tubuh lemah dan penurunan berat badan. Menurutnya, masyarakat yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“TBC sangat menular melalui udara, terutama saat penderita batuk atau berbicara. Karena itu, kontak erat perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan mencegah penularan lebih lanjut. TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur, ” katanya.
Selain itu, Lisa juga mengingatkan penderita TBC agar tidak membuang dahak sembarangan. Dahak harus dibuang pada tempat yang tepat dan segera disiram untuk mencegah penyebaran kuman kepada orang lain.
Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan dini, terutama mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC maupun faktor risiko, sehingga kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat, pungkasnya.(**)
Komentar0