TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

OTT KPK di Kuansing: Sempat Kabur, Bupati dan Sekda Akhirnya Serahkan Diri

OTT KPK di Kuansing: Sempat Kabur, Bupati dan Sekda Akhirnya Serahkan Diri.(dok, ilustrasi AI)

GoSumatera.com - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya menyerahkan diri usai keberadaannya dicari oleh penyidik karena diduga terlibat kasus dugaan suap jabatan Sekda. Sebelumnya, keberadaan mereka mengilang saat KPK menangkap 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kuansing dan Jakarta yang diduga berkaitan dengan kasus ini.

"Per malam ini, Bupati dan Sekda Kuansing menyerahkan diri. Tiba di (Gedung) Merah Putih sekitar pukul 21.17 WIB," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026) malam.

Budi mengatakan keduanya langsung menjalani pemeriksaan secara intensif di lantai dua Gedung Merah Putih KPK atau ruang pemeriksaan.

"Saat ini, keduanya langsung menjalani pemeriksaan intensif," ujar Budi.

Amby dan Zulkarnain dibawa oleh tim KPK dari Bandara Soekarno-Hatta ke Gedung Merah Putih KPK. Tak seperti mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, yang menyerahkan diri terkait kasus dugaan pemerasan terhadap WNA lewat Lobby KPK.

Usai keberadaannya dicari oleh KPK, Amby dan Zulkarnain diinformasikan berada di ruang pemeriksaan. Budi belum menjelaskan alasan Amby dan Zulkarnain tidak lewat Lobby KPK saat menyerahkan diri.

Sebelumnya, KPK mencari keberadaan Amby dan Zulkarnain yang diduga melarikan diri di tengah proses OTT. Sementara, dari 10 orang yang sebelumnya telah ditangkap di Kuansing dan Jakarta, lima di antaranya diangkut ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan.

OTT ini, berkaitan dengan kasus dugaan suap jabatan Sekda. Kata Budi, KPK telah menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Tersangka yang ditetapkan akan diumumkan dalam konferensi pers mendatang.

KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa barang bukti elektronik dan satu unit mobil yang diduga digunakan sebagai instrumen dugaan suap.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.