TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Sebanyak 71.362 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Madinah

Sebanyak 71.362 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Madinah.(dok, istimewa)

GoSumatera.com - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Haji (Kemenhaj) Maria Assegaff menyampaikan bahwa 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci. Maria menuturkan, dari jumlah tersebut, total 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

Arus pergerakan di Madinah menuju Makkah juga dilaporkan dalam keadaan lancar. Maria menyebut pergerakan jemaah haji bergerak secara bertahap, dan hingga saat ini tercatat 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Disebutkan juga oleh Maria, pihaknya terus melakukan pengawalan secara terkoordinir kepada jemaah haji, termasuk dalam aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatan selama ibadah haji dilaksanakan.

Hingga saat ini, terdapat 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jemaah masih dalam perawatan hingga saat ini.

Adapun total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.

“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” kata Maria dalam keterangan pers, Minggu (3/5/2026).

Kepada jemaah haji rentan seperti lansia, disabilitas, dan perempuan akan mendapat pengawasan khusus dari pertugas haji yang telah bersiaga di Tanah Suci.

“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran ibadah di Makkah, pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh. Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta didukung dengan kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.

Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapanpun jemaah mengalami kendala di lapangan. Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

Di tengah kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat celsius, Maria mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi seluruh jemaah.

Seluruh jemaah juga diharapkan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, demi meraih haji yang mabrur.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.