Rupiah Tembus Rp 17.673, Prabowo Panggil Menkeu dan Gubernur BI ke Istana.(dok, FB Meme Topak Topik)
GoSumatera.com - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026), di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp 17.673.
Sejumlah pejabat yang dipanggil, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Airlangga menjadi pejabat pertama yang tiba sekitar pukul 15.32 WIB. Tak lama kemudian, Perry Warjiyo, Purbaya, dan Rosan Roeslani menyusul memasuki area Istana.
Saat dimintai keterangan oleh wartawan, Menkeu Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pembahasan dalam rapat bersama Presiden Prabowo tersebut. “Belum tahu, saya diundang saja nih. Nanti saja habis meeting baru kita ngomong ya,” ujar Purbaya.
Meski demikian, Purbaya meminta masyarakat tidak panik menyikapi pelemahan rupiah. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi kuat.
“Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi,” katanya.
Purbaya juga optimistis tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara dan akan mulai mereda dalam waktu dekat. Ia memprediksi, pada pertengahan pekan ini tekanan terhadap rupiah akan berkurang.
"Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit demi sedikit, asing juga mulai masuk sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar,” imbuhnya.
Purbaya juga menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih sangat baik meski sempat mendapat sorotan dari sejumlah media ekonomi internasional.
“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Enggak, kita bagus sekali dan mereka enggak ngerti apa yang kita kerjakan,” tegas Purbaya.
Menurutnya, pemerintah saat ini fokus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap stabil di tengah tekanan global. Salah satu strategi yang dilakukan yakni mendorong pergerakan sektor swasta agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang belanja pemerintah.
“Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tetapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6% triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government saja,” tukuknya.(**)
Komentar0