ARI - BP Desak Pemerintah untuk Segera Bebaskan WNI yang Diculik Israel.(dok, Tangkapan Layar youtube/Global Sumud Flotilla)
GoSumatera.com - Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Din Syamsuddin, mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah untuk menyelamatkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini diculik oleh Israel.
Para WNI yang diculik tersebut tergabung dalam kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dan sedang dalam perjalanan menuju Palestina untuk mengantarkan bantuan. Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), terdapat 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
"Pemerintah Indonesia harus segera bertindak menyelamatkan mereka. Sangat dikhawatirkan mereka menerima perlakuan kekerasan dan kejam oleh Tentara Zionis Israel," kata Din dalam keterangan pers tertulis, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya itu, Din juga mengingatkan bahwa tindakan cepat dalam penyelamatan WNI yang diculik oleh Israel adalah bentuk amanat konstitusi yang harus dilaksanakan. Hal itu demi melindungi seluruh WNI dimanapun berada dan menjaga marwah kedaulatan Indonesia.
"Tindakan cepat Pemerintah Indonesia adalah Amanat Konstitusi bahwa Pemerintah bertanggung jawab melindungi segenap warga bangsa," ujarnya.
Pria yang pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga menyinggung fungsi dari keanggotaan Indonesia di Forum Board of Peace (BoP).
Menurut Din, forum tersebut akan berguna jika Indonesia berani menyuarakan nasib WNI yang kini masih ditawan oleh Israel. Hal itu mengingat forum bentukan Donald Trump tersebut juga diikuti oleh Israel.
"Saatnya Indonesia bicara pada Forum Board of Peace (BoP) agar Netanyahu membebaskan Warga Negara Indonesia yang ditahannya," tegas Din.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi), Meutya Hafid, ikut menegaskan bahwa dalam kapal misi kemanusiaan terdapat tiga jurnalis yang sedang bertugas. Ketiganya adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata Menkomdigi.(**)
Komentar0