Situasi di Selat Hormuz Memanas, Iran Tembaki dan Sita Dua Kapal Kontainer.(dok, fb)
GoSumatera.com - Iran dilaporkan telah menembaki kapal kontainer di lepas pantai Oman pada Rabu (22/4/2026). Dua kapal lainnya yang berlayar di Selat Hormuz disita oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Serangan ini terjadi selang beberapa jam pasca pengumuman perpanjangan masa gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dengan Teheran.
Dikutip dari Al Jazeera, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal perang Iran telah menembaki kapal kontainer di dekat Oman. Lembaga pemantau maritim Inggris itu menyebut bahwa kapal IRGC mendekati kapal kontainer itu sebelum melepaskan tembakan.
"Serangan itu telah menyebabkan kerusakan berat pada anjungan. Tidak ada kebakaran atau dampak lingkungan yang dilaporkan," lapor UKMTO.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut. Semua awak kapal kontainer yang diserang dilaporkan selamat.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, menyebut bahwa kapal kontainer yang ditembaki itu berlayar di bawah bendera Liberia. Kapal ini disebut memiliki izin untuk melalui Hormuz.
Akan tetapi, kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, menyebut bahwa kapal Liberia itu telah mengabaikan peringatan yang dikeluarkan pasukan Iran.
Sebelumnya, pusat komando IRGC Khatam al Anbiya telah mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Minggu (19/4). Tindakan ini dilakukan IRGC sebagai respons atas blokade AS terhadap pelabuhan Iran dengan perairan internasional.
Serangan IRGC ke kapal kontainer ini juga dilakukan setelah sebuah kapal milik Iran diserang dan disita AS di dekat perairan Oman pada Senin (20/4). Kantor berita IRNA menyebut kapal Iran itu sebagai kapal dagang.
Oleh IRGC, serangan AS ke kapal Iran pada Senin itu disebut sebagai "pembajakan bersenjata" dan bentuk pelanggaran gencatan senjata. IRGC juga menyebut AS telah menembaki kapal Iran tersebut dan melumpuhkan sistem navigasinya.
Dua Kapal Disita Iran di Selat Hormuz
Iran tidak hanya menyerang kapal kontainer pada Rabu. Dalam serangan terpisah, Iran juga menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz.
Seturut CNN, IRGC menyatakan bahwa dua kapal yang disita itu kini dipindahkan ke perairan Iran. IRGC juga menyatakan bahwa kapal itu disita karena melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi.
"Kapal-kapal tersebut diduga beroperasi tanpa izin yang sah, berulang kali melanggar peraturan, dan memanipulasi sistem navigasi, sehingga membahayakan keselamatan maritim saat mencoba keluar dari Selat Hormuz secara diam-diam," bunyi pernyataan IRGC yang disiarkan stasiun televisi IRIB.
Identitas dan pemilik dua kapal yang disita Iran itu hingga kini belum dapat diverifikasi. Bendera yang digunakan kedua kapal juga belum diketahui.
Melansir Al Jazeera, serangan dan penyitaan yang terjadi pada Rabu tampaknya merupakan penerapan dari apa yang disebut pejabat Teheran sebagai penegakkan kendali dan otoritas atas lalu linta maritim Selat Hormuz.
Para pejabat Teheran juga dilaporkan tengah membahas biaya dan ongkos transit untuk kapal yang akan melintasi Hormuz. Wacana untuk menerapkan biaya lintas Hormuz ini sebelumnya telah mencuat sejak jelang kesepakatan gencatan senjata dua pekan lalu.(**)
Komentar0