TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Investigasi PBB: Prajurit TNI Gugur di Lebanon Kena Tembakan Tank Israel

Investigasi PBB: Prajurit TNI Gugur Kena Tembakan Tank Israel.(dok, AFP)

GoSumatera.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan telah menerima hasil investigasi awal (preliminary finding) dari Departemen Operasi Perdamaian PBB (UNDPO) terkait gugurnya personel perdamaian Indonesia yang bertugas di UNIFIL, Lebanon. 

Laporan tersebut mengungkap adanya dugaan keterlibatan serangan militer Israel dalam insiden mematikan tersebut.

Plt. Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional (KPI) Kemlu RI, Veronika Vika Rompis, mengonfirmasi bahwa dokumen hasil investigasi awal tersebut telah diserahkan PBB kepada pemerintah Indonesia pada 6 April 2026 lalu.

"Memang betul pada tanggal 6 April, United Nations Department of Peace Operations atau UNDPO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding mengenai insiden tanggal 29 dan tanggal 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di UNIFIL," Veronika dalam agenda press briefing di Gedung Kemlu, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Veronika menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mencatat hasil tersebut dan memberikan penekanan bahwa proses ini masih bersifat sementara. Indonesia mendesak agar PBB tidak berhenti pada laporan awal, melainkan menuntaskan proses hukum hingga ke tahap akhir.

"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh. Kita juga mendukung agar UNIFIL dapat menyampaikan protes secara resmi kepada para pihak yang terkait," kata Veronika.

Indonesia memberikan peringatan keras bahwa jika hasil investigasi final mengonfirmasi temuan awal tersebut, maka serangan tersebut akan dinyatakan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk keras terhadap Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI, serta menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," lanjut Veronika.

Pemerintah juga menuntut agar para pelaku di balik serangan tersebut diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Selain insiden tanggal 29 dan 30 Maret, Kemlu RI juga mendesak PBB untuk terus melanjutkan investigasi terhadap insiden serangan terbaru pada 3 April 2026 di dekat El Adeisse guna memastikan keselamatan seluruh personel yang tersisa di lapangan.

"Indonesia mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas dan keadilan," pungkasnya.

Berdasarkan temuan awal tersebut, salah satu insiden yang merenggut nyawa prajurit TNI terindikasi kuat disebabkan oleh serangan langsung dari pihak militer Israel. 

Juru Bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menambahkan bahwa rincian investigasi tersebut merujuk pada penggunaan senjata berat.

"Berdasarkan temuan awal, salah satu insidennya melibatkan tembakan tank dari militer Israel. Indonesia mengutuk keras serangan Israel tersebut yang telah menewaskan personel Indonesia yang sedang menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian PBB," tegas Yvonne.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.