TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Diikuti 1.173 ASN, Kemhan Buka Pelatihan Komponen Cadangan

Diikuti 1.173 ASN, Kemhan Buka Pelatihan Komponen Cadangan.(dok, fb)

GoSumatera.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI resmi memulai program latihan dasar militer (latsarmil) bagi 1.773 Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah lolos seleksi.

Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, mengatakan, dari dua ribu ASN yang terdaftar sebagai peserta gelombang pertama program Komcad, hanya 1.773 yang pada akhirnya lolos tahapan seleksi akhir.

Menurut Gabriel, ASN itu berasal dari seluruh 55 kementerian/lembaga yang mendaftarkan institusinya pada program Komcad ASN gelombang pertama.

“Puji syukur hari ini di tingkat pusat, seluruh kementerian/lembaga terepresentasi lewat 55 kementerian/lembaga yang tadi sudah kita resmikan untuk pembukaan latihan sejumlah 1.773. Ini gelombang pertama,” kata Gabriel saat membuka secara resmi program Latsarmil Komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).

“Bapak Menteri Pertahanan sudah menegaskan bahwa tahun 2026, 4.000 ASN akan kami bentuk dalam Komcad. Gelombang pertama belum memenuhi 2.000, tetapi ini nanti akan kami lengkapi di gelombang kedua nanti,” lanjutnya.

Pada gelombang pertama ini, Gabriel menyebut peserta Komcad adalah ASN yang berasal dari pemerintah pusat. Selanjutnya, pada gelombang kedua nanti, ASN dari pemerintah daerah akan turut serta pada program tersebut.

Sebagai permulaan, Gabriel menerangkan saat ini 500 ASN di pemerintahan daerah Sulawesi Selatan sudah lebih dulu memulai latsarmil Komcad.

“Saat ini, 500 ASN jajaran pemerintah daerah yaitu di Sulawesi Selatan sedang melaksanakan latihan dasar militer ini. Dibuka tanggal 30 Maret oleh Kabacadnas juga, dan perjalanan sudah berlangsung selama 3 minggu ini,” ucapnya.

Ia memandang jumlah ASN di Indonesia yang mencapai lima juta orang sebagai potensi kekuatan pertahanan yang terbesar. Hal tersebut menurutnya sangat penting untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman.

“ASN ini kurang lebih jumlah sekitar hampir lima juta ya di seluruh Indonesia. Ini potensi kekuatan pertahanan yang terbesar. Tentunya proses penyiapannya ini harus dilalui dan disiapkan oleh kita semua,” tegasnya.

Adapun sebagai bagian dari tahapan seleksi, Gabriel menjelaskan ada empat hal yang dijadikan pertimbangan. Pertama adalah seleksi potensi, kesehatan, mental dan ideologi, serta psikologi.

Ia menegaskan bahwa program Komcad ASN bukanlah bentuk wajib militer. Ia menegaskan program ini bersifat sukarela.

“Ini bukan wajib militer, ya. Tumbuh secara sukarela tentu terjawab dari instrumen-instrumen struktur pemerintah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada awalnya humlah peserta Komcad ASN yang mengikuti pemeriksaan kesehatan mencapai 2.115 orang. Hingga saat ini, peserta yang sudah lolos tercatat mencapai 1.773 orang.

Pengambilan data jasmani, data psikologi, dan data mental ideologi sejak 13 sampai dengan 17 April 2026 dilaksanakan di enam lembaga pendidikan dengan rincian sebagai berikut:

- Puskom Belneg 281 orang yang lulus 257 orang.

- Rindam Jaya 322 orang, yang lulus 222 orang.

- Pusdikkes Puskesad 463 orang, yang lulus 453 orang.

- Brigif 1 Pasmar 1 285 orang, yang lulus 280 orang.

- Pusbahasa Kodiklat AU 285 orang, yang lulus 270 orang.

- Wingdik 500 Atang Sanjaya 291 orang, yang lulus 291 orang.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.