TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi, Simak Prakiraan Cuaca BMKG 1 November 2026

Waspada Hujan dan Gelombang Tinggi, Simak Prakiraan Cuaca BMKG 1 November 2026.(dok, ilustrasi AI)

GoSumatera.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia untuk Minggu, 1 November 2026. 

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan, gelombang tinggi, serta banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer, Bibit Siklon Tropis 91B terpantau berada di Teluk Benggala dan diperkirakan mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. 

Sistem tersebut diprakirakan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot.

Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di perairan utara Brunei Darussalam. Kondisi ini memicu perlambatan dan pertemuan massa udara di sekitar Laut Natuna, Laut Cina Selatan, serta wilayah di sekitar pusat sirkulasi.

Dinamika atmosfer tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau perkembangan cuaca di kawasan Indonesia. 

Sejumlah kota besar diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara wilayah lainnya berpotensi diliputi awan tebal, udara kabur, hingga asap atau kabut.

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia
Berikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia berdasarkan wilayah.

1. Sumatera
Sejumlah kota di Pulau Sumatera diprakirakan mengalami hujan ringan, yakni Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung.
Sementara itu, Bengkulu dan Pangkal Pinang diprakirakan mengalami udara kabur.

2. Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Wilayah Serang dan Bandung berpotensi mengalami hujan sedang. Adapun Jakarta, Semarang, Denpasar, dan Mataram diprakirakan mengalami hujan ringan.
Sementara itu, Yogyakarta, Surabaya, dan Kupang diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal.

3. Kalimantan
Hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, dan Tanjung Selor.
Adapun Banjarmasin berpotensi mengalami udara kabur, sedangkan Samarinda diprakirakan mengalami kondisi berasap atau berkabut.

4. Sulawesi
Mamuju berpotensi mengalami hujan sedang. Sementara itu, Palu, Gorontalo, dan Manado diprakirakan mengalami hujan ringan.
Adapun Makassar dan Kendari diprakirakan berada dalam kondisi berawan.

5. Maluku dan Papua
Hujan ringan diprakirakan terjadi di Ambon, Ternate, Sorong, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke. Sementara itu, Manokwari diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal.

Waspadai Awan Kumulonimbus yang Dapat Mengganggu Penerbangan

BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai potensi pertumbuhan awan kumulonimbus atau cumulonimbus (CB) di sejumlah wilayah.
Awan tersebut dapat memicu hujan lebat, petir, turbulensi, serta kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Potensi pertumbuhan awan hujan tersebut dipantau di sejumlah wilayah daratan, meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, wilayah perairan yang perlu mendapat perhatian meliputi Laut Natuna Utara dan bagian utara Selat Makassar.

Pengguna jasa penerbangan diimbau untuk memantau informasi terbaru dari BMKG, pihak bandara, dan maskapai sebelum melakukan perjalanan.

Gelombang Laut hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi

BMKG turut mengingatkan nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tersebut meliputi:
* Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias.
* Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.
* Laut Natuna Utara dan bagian utara Selat Karimata.
* Laut Bali dan Laut Maluku.
* Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua.

Gelombang dengan ketinggian tersebut berpotensi meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal berukuran kecil dan nelayan yang menggunakan perahu tradisional.

Karena itu, masyarakat yang hendak melaut diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum berangkat serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas terkait.

Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga NTB

Selain mengingatkan potensi gelombang laut, BMKG meminta masyarakat pesisir mewaspadai kemungkinan banjir rob akibat pasang air laut.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Barat, dan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB).

Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diimbau memantau perkembangan kondisi pasang air laut serta memperhatikan informasi dan peringatan yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

BMKG juga mengimbau masyarakat di berbagai daerah untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.

Masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas luar ruangan, perjalanan darat, laut, maupun udara dengan kondisi cuaca setempat. 

Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.