TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Delapan Tahun Digelar, Minang Geopark Run 2026 Tembus 3.800 Peserta

Delapan Tahun Digelar, Minang Geopark Run 2026 Tembus 3.800 Peserta.(dok, istimewa)

GoSumatera.com – Ajang Minang Geopark Run (MGR) 2026 kembali digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026). Memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan, kegiatan olahraga berbasis pariwisata ini diikuti sebanyak 3.800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Minang Geopark Run 2026 mengusung konsep sport tourism dengan memadukan olahraga lari, promosi potensi wisata alam, edukasi geopark, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers Minang Geopark Run 2026 di Pasar Atas Bukittinggi, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Bukittinggi H. Muhammad Ramlan Nurmatias, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Dr. Mhd. Lutfi AR, S.H., M.Si., Founder Geopark Run Series YF Tri Saputra, dan Ketua Pelaksana Ihsan Ramadhan Putra.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, Minang Geopark Run tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak masyarakat mencintai alam, menjaga kelestariannya, sekaligus memperkenalkan potensi daerah. Dampaknya tentu bukan hanya pada olahraga, tetapi juga pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujar Ramlan.

Ia berharap para peserta yang datang bersama keluarga maupun pendamping dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Bukittinggi dan sekitarnya, sekaligus menikmati beragam kuliner khas Minangkabau.

Ramlan juga mengungkapkan, Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan sejumlah kegiatan berskala nasional maupun internasional guna memperkuat posisi daerah itu sebagai destinasi pariwisata dan olahraga.

Tiga Kategori Lomba, Diikuti 3.800 Peserta

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd. Lutfi AR menjelaskan, Sumatera Barat memiliki potensi geopark yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. 

Namun, pengembangan kawasan geopark membutuhkan proses panjang melalui penelitian, kajian ilmiah, pemenuhan persyaratan, serta penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

“Geopark tidak bisa hanya kita nyatakan ingin menjadikan suatu kawasan sebagai geopark, kemudian langsung ditetapkan. Ada penelitian, kajian, persyaratan, dan penilaian yang harus dipenuhi,” ungkap Lutfi.

Ia menegaskan, pengembangan geopark membutuhkan komitmen dan kolaborasi lintas daerah karena potensi kawasan tersebut tersebar di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Menurutnya, Minang Geopark Run menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan alam dan potensi geopark Sumatera Barat kepada masyarakat luas melalui kegiatan olahraga yang melibatkan ribuan peserta.

Lutfi mengenang, penyelenggaraan perdana Minang Geopark Run pada 2018 hanya diikuti sekitar 1.000 peserta. Seiring konsistensi penyelenggaraan dan promosi yang dilakukan, jumlah partisipasi terus mengalami perkembangan hingga mencapai 3.800 peserta pada 2026.

Pada tahun ini, panitia menyediakan tiga kategori lomba, yakni 5K Umum, 10K Umum, dan 21K Umum.

Dari total 3.800 peserta terdaftar, sebanyak 1.950 orang mengikuti kategori 5K, kemudian 1.050 peserta berlomba pada kategori 10K, sedangkan 800 peserta lainnya mengikuti kategori 21K.

Berdasarkan data panitia, Pekanbaru menjadi daerah dengan kontribusi peserta terbanyak, mencapai 24 persen dari total pendaftar.
Besarnya jumlah peserta dari luar daerah diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor penginapan, rumah makan, transportasi, dan UMKM selama kegiatan berlangsung.

Konsisten Sejak 2018, Angkat Potensi Geopark Sumbar

Minang Geopark Run pertama kali diselenggarakan pada 2018 dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta. Pada 2019, kegiatan ini dikembangkan dalam format ultramarathon dan marathon dengan lintasan yang melintasi dua kabupaten dan berakhir di Bukittinggi.

Saat pandemi Covid-19, penyelenggaraan tetap berlangsung dengan penyesuaian format dan penerapan protokol kesehatan. Pada 2021, kegiatan digelar di kawasan Lembah Harau dan Bukittinggi dengan jumlah peserta terbatas.

Selanjutnya, pada 2022, kegiatan kembali dibuka untuk publik dan dilaksanakan di Sijunjung serta Silokek dengan melibatkan sekitar 600 pelari dari dalam dan luar negeri. Pada 2023, jumlah peserta meningkat menjadi sekitar 1.500 orang.

Selain di Sumatera Barat, promosi geopark melalui kegiatan exhibition run juga pernah dilaksanakan di Belitung, Ciletuh, dan sejumlah kawasan geopark lainnya.

Melalui Minang Geopark Run 2026, penyelenggara kembali mengedepankan konsep eco sport tourism, yakni perpaduan olahraga, edukasi geologi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan komunitas lokal.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas pengenalan potensi kawasan geopark Sumatera Barat, termasuk Ngarai Sianok yang menjadi salah satu ikon wisata Bukittinggi, tetapi juga memperkuat daya tarik daerah sebagai destinasi wisata olahraga.

Dengan keterlibatan ribuan peserta dari berbagai daerah, Minang Geopark Run diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi pelestarian alam, promosi pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. (**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.