TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Melanda Bukittinggi dan Agam

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Melanda Bukittinggi dan Agam.(dok, Antara Foto/ Iggoy El Fitra)

GoSumatera.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Sabtu (26/9/2026) malam. Erupsi tersebut menyebabkan hujan abu vulkanik hingga Kota Bukittinggi dan sejumlah wilayah di bagian timur Kabupaten Agam.

Hujan abu mulai dirasakan warga setelah Gunung Marapi erupsi sekitar pukul 21.40 WIB. Abu vulkanik dilaporkan turun cukup deras hingga meninggalkan lapisan material di jalan dan kendaraan warga.

Seorang warga Bukittinggi, Pendi (54), mengatakan hujan abu berlangsung sekitar satu jam. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di jalan terganggu dan menimbulkan rasa sesak ketika warga berada di luar ruangan.

“Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis membuat sesak bernapas,” kata Pendi, Minggu (27/9/2026) dini hari.

Hal serupa dilaporkan Anggota CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam, Romi. Menurut dia, abu vulkanik turun cukup deras dan dalam waktu singkat telah membentuk lapisan di sejumlah permukaan.

“Hanya sebentar berdiri di luar sudah tebal seperti ini abunya,” kata Romi.

Erupsi Gunung Marapi juga menghasilkan lava pijar yang terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar kawasan gunung.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, erupsi yang terjadi pada pukul 21.40 WIB memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 19 detik.

Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena erupsi berlangsung pada malam hari. Letusan juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga sejumlah wilayah di sekitar Gunung Marapi.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.

Petugas PGA Marapi di Bukittinggi, Bilal Alegro, mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Marapi dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

“Masyarakat yang bermukim di sepanjang lembah dan aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan,” kata Bilal.

Saat terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Warga juga dianjurkan melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan abu yang menumpuk di atap rumah guna mencegah beban berlebih.

“Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.