TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 30 September, Waspada Hujan dan Awan Cumulonimbus

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 30 September, Waspada Hujan dan Awan Cumulonimbus.(dok, ilustrasi AI)

GoSumatera.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 30 September 2026.

Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer, kondisi cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional dan lokal. 

Sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, sementara wilayah lainnya diprakirakan cerah berawan, berawan tebal, atau mengalami udara kabur.

BMKG juga memantau potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sejumlah wilayah udara Indonesia. 

Potensi tersebut antara lain terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, serta sejumlah wilayah perairan.

Berikut prakiraan cuaca ibu kota provinsi di Indonesia:

Pulau Sumatera
Udara kabur: Palembang, Pangkal Pinang.
Hujan ringan: Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung.
Hujan petir: Padang.

Pulau Jawa
Cerah berawan/berawan: Semarang, Yogyakarta, Surabaya.
Hujan ringan: Serang, Jakarta, Bandung.

Bali dan Nusa Tenggara
Asap/kabut: Mataram.
Berawan tebal: Denpasar.
Cerah berawan: Kupang.

Pulau Kalimantan
Udara kabur: Samarinda.
Hujan ringan: Tanjung Selor, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin.

Pulau Sulawesi
Udara kabur: Palu, Gorontalo.
Cerah berawan/berawan tebal: Makassar, Kendari, Manado.
Hujan ringan: Mamuju.

Wilayah Timur Indonesia
Udara kabur: Sorong.
Cerah berawan/berawan: Ternate, Jayapura, Merauke.
Berawan tebal: Ambon.
Hujan ringan: Manokwari, Nabire, Jayawijaya.

Potensi Awan Cumulonimbus dan Dampaknya terhadap Penerbangan

Selain prakiraan cuaca harian, BMKG memantau potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat memengaruhi kondisi penerbangan.

Potensi pertumbuhan awan Cb pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 antara lain terpantau di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta wilayah perairan seperti Selat Malaka bagian utara, Selat Karimata bagian utara dan Samudra Hindia barat Sumatera.

Keberadaan awan Cb perlu diwaspadai karena dapat disertai hujan lebat, petir, turbulensi, serta perubahan kondisi cuaca secara cepat.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai, bandara, dan otoritas terkait.

Peringatan Gelombang Tinggi

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut untuk memperhatikan kondisi gelombang di sejumlah perairan.

Potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter masih dapat terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Salah satunya terpantau di kawasan perairan selatan Lampung, dengan gelombang sekitar 2,6 meter dalam prakiraan BMKG.

Masyarakat yang beraktivitas di laut diminta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

Waspada Banjir Rob

Selain gelombang tinggi, masyarakat di kawasan pesisir juga perlu mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob akibat kondisi pasang air laut.

Wilayah yang perlu memperhatikan perkembangan kondisi tersebut antara lain pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Karhutla

BMKG juga mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 30 September 2026. Beberapa di antaranya adalah Aceh, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, dan Jawa Barat. Untuk Jawa Barat dan Bengkulu, BMKG mencantumkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam peringatan cuaca ekstremnya.

Di sisi lain, masyarakat di wilayah yang masih mengalami kondisi kering tetap diimbau mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap akibat karhutla dapat menurunkan kualitas udara serta jarak pandang.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas, khususnya perjalanan darat, udara, maupun laut.

Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui website resmi BMKG dan kanal media sosial resmi BMKG.(**)

Sumber: BMKG

Komentar0

Type above and press Enter to search.