TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Kabar Perang Iran vs Amerika Hari ke-95: Israel Ganggu Negosiasi

Kabar Perang Iran vs Amerika Hari ke-95: Israel Ganggu Negosiasi.(dok, AI)

GoSumatera.com - Perang Iran vs Amerika Serikat (AS) telah berlangsung selama 95 hari pada Selasa (2/6/2026). Negosiasi penghentian perang masih mendominasi kabar seputar perang, namun kini operasi militer Israel di Lebanon berpotensi menggagalkan upaya perdamaian.

Seturut Al Jazeera, serangan Israel ke Lebanon bagian selatan kini menjadi salah satu batu pengganjal utama dalam tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS. Hal ini terjadi seiring Teheran menegaskan bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan pernyataan pada Senin (1/6) bahwa perjanjian gencatan senjata antara Washington dan Teheran juga berlaku di Lebanon. Dalam keterangan itu, Araghchi mengatakan serangan ke Lebanon akan merusak kesepakatan perdamaian.

Juga pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah mengamankan komitmen dari Israel dan perwakilan Hizbullah untuk menghentikan pertempuran di Lebanon. Trump menyebut komitmen itu sebagai terobosan diplomatik yang akan mencegah Israel menyerang ke arah Beirut.

Meskipun begitu, AS dan Israel dilaporkan masih menyimpan perbedaan pandangan mengenai pertempuran di Lebanon. Retorika Israel disebut tak sepenuhnya sejalan dengan sikap AS terhadap pertempuran itu.

Israel Ingin Terus Serang Lebanon

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis pernyataan pada Senin, bahwa serangan terhadap Beirut akan dilanjutkan jika kelompok bersenjata Hizbullah terus menyerang kota-kota Israel. Lembaga pemerintahan Zionis itu juga menyebut bahwa operasi militer di Lebanon selatan akan dilanjutkan sesuai rencana.

Menteri Keamanan Nasional Israel dan pemimpin partai sayap kanan Itamar Ben-Gvir juga secara terbuka mengkritik tekanan AS atas operasi militer Israel di Lebanon. Pejabat kontroversial itu menyebut serangan Israel melawan Hizbullah perlu dilanjutkan dan menyerukan Netanyahu untuk menolak tekanan AS jika perlu.

Di sisi lain, Netanyahu dilaporkan tengah menargetkan keuntungan bagi Israel sebelum gencatan senjata dengan Hizbullah diresmikan. Meskipun tentara Zionis telah meluluhlantakkan berbagai wilayah di Lebanon selatan, namun PM Israel itu disebut masih berupaya mendapatkan keuntungan lebih besar sebelum gencatan senjata berlaku.

Serangan Israel ke Lebanon selatan sendiri sejauh ini telah memperkuat cengkraman negara Zionis itu terhadap lokasi-lokasi strategis di seberang Sungai Litani milik Lebanon. NBC News sebelumnya menggambarkan operasi militer itu sebagai invasi terbesar Israel ke Lebanon dalam 26 tahun terakhir.

Terobosan diplomatik yang disinggung Trump juga tampak belum efektif mencegah kerusakan berlanjut di Lebanon. Pada Senin malam hingga Selasa dini hari, Lebanon selatan masih jadi target pemboman pesawat-pesawat Israel. Sedikitnya, dua orang mengalami luka dan harus dievakuasi dari reruntuhan karenanya.

Hizbullah, di sisi lain, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan 41 operasi serangan ke Israel pada Senin. Serangan itu disebut Hizbullah menargetkan berbagai fasilitas milik Israel, termasuk konsentrasi pasukan, situs militer, dan sistem pertahanan udara.

Hizbullah juga mengklaim bahwa serangan yang mereka lakukan adalah respons dari pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Tentara Zionis, disebut mereka, telah melakukan serangan berkepanjangan terhadap warga sipil Lebanon dan karenanya melanggar perjanjian gencatan senjata.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.