TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Dari Donor Darah hingga Penanggulangan Bencana, PMI Bukittinggi Bagikan Kiat Keberhasilan ke Mahasiswa

Dari Donor Darah hingga Penanggulangan Bencana, PMI Bukittinggi Bagikan Kiat Keberhasilan ke Mahasiswa.(dok, SLPH)

GoSumatera.com - Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammad Nasir Bukittinggi melakukan wawancara dengan organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi untuk memahami pengelolaan organisasi kemanusiaan serta faktor yang mendukung keberhasilan program pelayanan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kota Bukittinggi, Jalan Dr. A. Rivai No. 17A, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) Jum'at (26/6/2026) tersebut disambut langsung oleh Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas Djalius, sebagai narasumber utama.

Dalam wawancara tersebut, Chairunnas menjelaskan bahwa salah satu capaian terbesar PMI Kota Bukittinggi adalah meraih penghargaan donor darah terbanyak se-Sumatera Barat pada tahun 2017, tidak lama setelah dirinya dilantik sebagai ketua pada tahun 2016 silam. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota organisasi, serta kepercayaan masyarakat terhadap PMI.

Selain fokus pada Unit Donor Darah (UDD), PMI Kota Bukittinggi juga aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana melalui program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). 

Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen PMI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun keadaan darurat lainnya.

Ketika ditanya mengenai tantangan dalam mengelola organisasi, Chairunnas mengungkapkan bahwa penyusunan agenda, perencanaan program, serta strategi pelaksanaan kegiatan menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap organisasi. 

Untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, PMI juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang dijalankan, ucapnya.

PMI Bukittinggi juga mendapatkan dukungan yang cukup besar dari masyarakat. Dalam wawancara tersebut disebutkan bahwa masyarakat tidak hanya berpartisipasi melalui donor darah, tetapi juga memberikan bantuan dana yang disalurkan melalui rekening PMI untuk mendukung berbagai program kemanusiaan.

"Dalam upaya menjaga ketersediaan stok darah, PMI secara rutin melakukan sosialisasi ke berbagai daerah dan membangun kepercayaan masyarakat agar bersedia menjadi pendonor tetap. Strategi tersebut dinilai efektif dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," ungkapnya.

Selain memperoleh informasi mengenai program dan keberhasilan PMI, mahasiswa juga mendapatkan motivasi langsung dari Ketua PMI. Ia mengajak mahasiswa untuk meningkatkan budaya literasi, berpikir kritis, menghargai setiap proses pembelajaran, serta tidak mudah terpengaruh oleh penilaian negatif dari orang lain.

Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan dikelola, membangun komunikasi dengan masyarakat, menghadapi tantangan organisasi, serta menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik.(**)

Penulis: Syahra Liniarto Putri Hidayat
Mahasiswa Semester 3 Prodi S1 Administrasi Publik, Universitas Mohammad Natsir (Yarsi) Sumatera Barat.

Komentar0

Type above and press Enter to search.