Tidak Dibantu Sekutu Berperang, Trump: AS Tak Akan Tolong Kalian Lagi.(dok, fb)
GoSumatera.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada sekutu dekat Amerika Serikat, yaitu Inggris dan Prancis, terkait ketidakmauan mereka untuk terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.
Trump mengancam AS tidak akan membantu negara sekutu lagi ke depannya. Setelah melakukan serangan ke Iran dengan Israel, Trump beberapa kali meminta para negara sekutu untuk memberikan kontribusi dengan ikut menyerang Iran.
Namun, keinginan AS itu tidak mendapat sambutan baik dari para negara sekutu yang memilih untuk bersikap netral atau tidak membela salah satu pihak.
Melalui postingannya di platform Truth Social miliknya @realDonaldTrump, Trump menuding Prancis tidak mengizinkan pesawat yang membawa persenjataan menuju Israel melewati wilayahnya.
Trump juga menyebut tindakan itu sangat tidak membantu Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS akan mengingat sikap Prancis dan menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi menolong negara-negara yang menolak bertindak bersama dalam konflik tersebut.
“Negara Prancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel, yang sarat dengan perlengkapan militer, terbang di atas wilayah Prancis. Prancis SANGAT TIDAK MEMBANTU sehubungan dengan "Penjagal Iran," yang telah berhasil dilenyapkan! AS akan MENGINGATNYA!!!,” tulis Trump pada Selasa (31/4/2026).
Selain Prancis, Trump juga menyasar Inggris, mengkritik negara tersebut karena tidak berpartisipasi dalam operasi militernya sambil menyarankan negara-negara yang bergantung pada bahan bakar jet untuk mengambil langkah mandiri di Selat Hormuz yang dikuasai Iran.
Trump juga menekankan bahwa AS telah menghancurkan sebagian besar kemampuan Iran dan sekarang menjadi tanggung jawab negara lain untuk mengamankan jalur minyak mereka sendiri.
“Kepada semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris Raya, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepala Iran, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, belilah dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan REBUT saja,” ujarnya.
“Anda harus mulai belajar bagaimana berjuang sendiri, AS tidak akan ada lagi untuk membantu Anda, sama seperti Anda tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Carilah minyak Anda sendiri!” tegasnya.
Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyebut bahwa negara-negara lain, termasuk Angkatan Laut Kerajaan Inggris, seharusnya ikut menyiapkan diri untuk mengamankan Selat Hormuz.
“Ada negara-negara di seluruh dunia yang seharusnya siap untuk meningkatkan peran mereka di jalur perairan penting ini. Bukan hanya Angkatan Laut Amerika Serikat. Terakhir kali saya periksa, seharusnya ada Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang besar dan tangguh yang juga siap melakukan hal-hal seperti itu,” ujar Hegseth.
Hegseth juga menambahkan jika pembukaan Selat Hormuz saat ini seharusnya bukan menjadi tanggung jawab AS semata. Ia menegaskan jika Trump telah meminta negara-negara yang mempunyai kepentingan dengan minyak Iran untuk mengambil minyak mereka sendiri.
“Saya pikir negara-negara lain harus memperhatikan kata-kata Trump,” kata Hegseth, merujuk pada unggahan Truth Social, dikutip CNBC (31/3/2026).
“Dia menunjukkan, Anda tahu, mungkin perlu mulai belajar bagaimana berperang untuk diri sendiri,” sindirnya.(**)
Komentar0