Inilah Rangkuman Perang Iran -AS- Israel di Hari ke-35.(dok, AI)
GoSumatera.com - Memasuki hari ke-35 pada Jumat (3/4/2026), serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran semakin meluas. Serangan menyasar target-target di luar instalasi militer konvensional, termasuk fasilitas medis dan infrastruktur publik di sekitar ibu kota Iran, Teheran.
Dilansir dari Al Jazeera, pasukan gabungan AS dan Israel dilaporkan telah menyerang pusat riset medis yang telah berusia satu abad serta sebuah jembatan strategis di dekat ibu kota. Serangan ini menandai fase baru pertempuran. Target kini mencakup situs-situs yang memiliki dampak langsung pada layanan sipil dan distribusi logistik.
Sebagai upaya justifikasi atas serangan jembatan, pejabat AS mengklaim objek yang dibom tersebut digunakan untuk mengangkut material untuk drone militer Iran. Namun, Iran bersikeras membantah bahwa jembatan itu adalah infrastruktur sipil sehingga serangan itu menjadi pelanggaran hukum internasional.
Jumlah korban jiwa juga terus meningkat. Setidaknya 2.076 orang tewas dan 26.500 terluka di Iran sejak awal serangan AS-Israel. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan lebih dari 600 sekolah dan pusat pendidikan telah terkena serangan sejak 28 Februari.
Militer Iran belum menyerah dan mengatakan perang akan berlanjut sampai musuh-musuhnya menghadapi "penghinaan" dan "penyerahan diri". Iran memperingatkan hal itu khususnya jika AS benar-benar melakukan invasi darat.
"Yang penting bagi bangsa Iran adalah membela diri terhadap agresi ini, dan kami siap untuk segala jenis serangan, termasuk serangan darat,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menukil dari Al Jazeera.
Selat Hormuz Masih Lumpuh
Dampak dari serangan ini telah menghentikan hampir seluruh lalu lintas di Selat Hormuz sebagai jalur air krusial yang dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Akibatnya, pasar energi global mulai merasakan guncangan harga yang signifikan.
Menghadapi situasi tersebut, Inggris sedang mengadakan pembicaraan dengan sekitar 40 negara mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Hal itu dilakukan setelah blokade Iran telah menghentikan sebagian besar pengiriman dan mendorong harga minyak di atas $100 per barel.
Di tingkat domestik AS, ketegangan perang ini turut memicu dinamika politik baru. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dilaporkan telah meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy A. George, untuk segera mengundurkan diri. Langkah ini menambah daftar panjang pemecatan pejabat tinggi militer AS di tengah berlangsungnya konflik dengan Iran.
Sementara itu di Israel, warga berulang kali menuju tempat perlindungan terutama yang berada di wilayah Tel Aviv. Sirene juga berbunyi di Ashdod dan Ashkelon dan sekolah-sekolah beralih ke pembelajaran daring.
Bandara di Israel beroperasi dengan kapasitas terbatas karena negara ini bersiap untuk perang berkepanjangan. Di sisi lain, Israel makin memperluas serangan terhadap industri strategis Iran.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda de-eskalasi. Iran bersumpah akan terus melakukan serangan balasan yang lebih "menghancurkan" terhadap infrastruktur regional sebagai respons atas operasi militer AS dan Israel yang kini mulai menyasar sektor-sektor industrial dan sipil Iran.(**)
Komentar0