TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Rangkuman Perang AS-Israel vs Iran Hari ke-31, Dampaknya dan Jumlah Korban

Rangkuman Perang AS-Israel vs Iran Hari ke-31, Dampaknya dan Jumlah Korban.(dok, fb)

GoSumatera.com -  Perang antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung, Senin, 30 Maret 2026. Meski muncul wacana mengakhiri perang dengan perundingan damai, namun serangan masih terjadi di hari ke-31 ini.

AS menjalankan misi yang diberi nama Operation Epic Fury sejak 28 Februari lalu. Selain AS, Israel juga menjalankan misi yang sama namun dengan nama yang berbeda yakni Operation Roaring Lion.

Meski berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan para pejabat penting lainnya, hingga kini Iran masih belum menyerah dan konsisten memberikan perlawanan dengan menyerang Israel serta negara-negara Teluk lainnya yang menjadi basis militer AS.

Rangkuman Berbagai Peristiwa Perang Iran vs AS Hari ke-31

Berikut beberapa rangkuman peristiwa yang terjadi dalam konflik Iran vs AS pada hari ini, Senin, 30 Maret 2026 yang merupakan hari ke-31 perang dikutip Al Jazeera:

1. Serangan Udara US-Israel di Iran
Pada malam hari, serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menargetkan kota-kota besar di Iran, termasuk Teheran dan Ray, dengan fokus pada infrastruktur listrik dan militer.

Serangan menyebabkan pemadaman listrik sementara di ibu kota, yang kemudian berhasil dipulihkan. Ledakan juga dilaporkan di Karaj, Shiraz, Qom, Abadan, dan Tabriz, termasuk di unit petrokimia Tabriz yang berhasil dikendalikan.

“Dalam 24 jam terakhir, serangan telah dilaporkan di Karaj, Shiraz, Qom, Abadan, dan Tabriz. Infrastruktur listrik di dekat Teheran juga menjadi sasaran, menyebabkan pemadaman listrik selama beberapa jam, meskipun pemerintah mengatakan telah dipulihkan,” kata Tohid Asadi dari Al Jazeera,Senin (30/3/2026).

2. Jumlah Korban Tewas Bertambah
Sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026, di Iran lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas. Tak hanya korban tewas yang terus bertambah, banyak situs sipil juga menjadi target serangan.

3. Trump Ingin Ambil Minyak Iran
Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginan untuk mengambil minyak Iran dan mengklaim bahwa rezim Iran telah mengalami perubahan dengan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat senior lainnya.
Trump percaya diri jika AS akan mendapatkan kesepakatan dengan Iran.

"Kita akan membuat kesepakatan dengan mereka (Iran), saya cukup yakin." ucap Trump.

4. Pemerintah Iran Menuding AS Rencanakan Invasi Darat
Iran menuduh AS berencana untuk melakukan invasi darat ke negaranya meski secara publik mendorong negosiasi. Iran menegaskan kesiapan untuk merespons jika pasukan AS dikerahkan.

5. Pakistan Siap Jadi Moderator Perdamaian
Pakistan menyelenggarakan pembicaraan regional untuk mencari cara mengakhiri konflik lebih cepat, termasuk kemungkinan dialog AS-Iran di Islamabad.

Namun, Israel menegaskan akan melanjutkan serangannya terhadap target militer Iran, meski serangan terhadap infrastruktur sipil, seperti sekolah dan rumah sakit, juga terus terjadi.

6. Dampak di Teluk Arab
Saudi Arabia: Lima rudal balistik yang menuju provinsi timur berhasil dicegat.

Kuwait: Fasilitas listrik dan air menjadi sasaran serangan, satu pekerja India tewas, lima drone berhasil ditembak jatuh.

Bahrain: Sirene peringatan diaktifkan tiga kali dalam empat jam, warga diminta mencari tempat aman.

7. Dampak di Israel dan Wilayah Tetangga
Israel: Pabrik ADAMA di selatan Israel terkena serangan rudal Iran atau debris, tanpa korban jiwa.

Lebanon: Militer Israel menargetkan lokasi militer Hizbullah di pinggiran Beirut, memerintahkan evakuasi warga.

Irak: Ledakan terdengar di Baghdad akibat serangan terhadap fasilitas logistik AS, Victory Base Complex.

Gaza: Serangan udara Israel menewaskan setidaknya tiga warga Palestina dan melukai banyak lainnya.

8. Dampak Global
Konflik ini menyebabkan gejolak di pasar saham dan harga minyak dunia, menimbulkan ketidakstabilan ekonomi yang signifikan akibat eskalasi militer di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent naik 2,98 persen menjadi $115,93 per barel.

Amerika Serikat memberikan kelonggaran sementara (waiver) selama 30 hari terhadap sanksi minyak Rusia sehingga memungkinkan negara Asia Tenggara membeli minyak Rusia.

Indeks saham utama di Asia mengalami penurunan, termasuk IHSG di Indonesia dan FTSE Bursa Malaysia Top 100 di Malaysia yang turun sekitar 1,5 persen.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.