Komandan AL IRGC Tangsiri Tewas Akibat Serangan Israel.(dok, fb)
GoSumatera.com - Pemerintah Iran pada Senin (30/3/2026) akhirnya mengonfirmasi kematian Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri.
Pengumuman ini menyusul laporan mengenai luka parah yang diderita Tangsiri pasca operasi militer intensif yang dilancarkan oleh pasukan Israel beberapa hari sebelumnya. Konfirmasi ini menandai hilangnya sosok kunci dalam strategi maritim Iran di tengah perang yang kian meluas.
Dikutip Al Arabiya, kematian Tangsiri sebenarnya telah diklaim oleh pihak Israel sejak akhir pekan lalu. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada 26 Maret menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan operasi presisi yang mematikan.
“Dalam operasi yang tepat dan mematikan, IDF telah melenyapkan komandan Angkatan Laut IRGC, Tangsiri, bersama dengan pejabat komando angkatan laut senior lainnya,” tegas Katz dalam pernyataan resminya.
Kehilangan Tangsiri merupakan pukulan telak bagi militer Iran, terutama karena ia adalah arsitek utama di balik taktik perang asimetris di Teluk dan Selat Hormuz. Sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, Israel telah mengumumkan tewasnya beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan kepala keamanan berpengaruh Ali Larijani.
Situasi di perairan sekitar Iran pun kian mencekam. Dalam beberapa hari terakhir, jet tempur Israel dilaporkan telah membombardir aset angkatan laut Iran secara masif.
Serangan udara tersebut bahkan menjangkau wilayah yang sebelumnya dianggap aman, yakni Laut Kaspia. Sejumlah kapal perang Iran yang dilengkapi sistem rudal, kapal pendukung, hingga kapal patroli dilaporkan hancur dalam serangan mendadak tersebut.
Kematian Tangsiri diprediksi akan memicu gelombang serangan balasan yang lebih agresif dari faksi-faksi pro-Iran di kawasan tersebut, termasuk Houthi di Laut Merah dan Hizbullah di Lebanon.
Dunia kini menanti bagaimana Iran akan mengisi kekosongan kepemimpinan di angkatan lautnya, sementara ketegangan di perbatasan Lebanon tetap tinggi pasca insiden yang melukai prajurit perdamaian Indonesia.
Penyelidikan mengenai keterkaitan antara serangan terhadap petinggi IRGC dan meningkatnya aktivitas artileri Israel di perbatasan Lebanon (yang mengenai markas TNI) masih terus didalami oleh para analis militer internasional untuk melihat apakah ada pola penargetan yang lebih luas di seluruh kawasan.(**)
Komentar0