Targetkan Hizbullah, Israel Kembali Melancarkan Serangan Bom Bertubi-tubi di Lebanon.(dok, fb)
GoSumatera.com - Pesawat pasukan udara Israel meluncurkan sederet serangan ke sejumlah wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (14/2/2026) malam, kata salah satu sumber di lapangan militer Lebanon kepada RIA Novosti.
"Semalam, pesawat tempur Israel melancarkan serangan dahsyat dengan menggunakan rudal berat berpemandu di sejumlah wilayah daerah Lebanon selatan," kata sumber tersebut.
Tercatat 14 serangan yang diluncurkan secara bertahap ke daerah-daerah pertahanan dan dekat daerah, katanya.
Temuan Baru Mengungkap Epstein Bukan Tewas Bunuh Diri, tetapi Dieksekusi Dalam Sel Isolasinya
Sementara itu, koresponden Aljazeera melaporkan bahwa serangan itu menargetkan dataran tinggi "Jabal al-Rehan", wilayah "al-Tuffah", sekitar "Wadi Barghiz", dan sekitar Kota Baslia di selatan Lebanon.
Kantor berita tersebut juga melaporkan bahwa pesawat tak berawak Israel menjatuhkan bom dalam empat tahap ke sebuah rumah kosong di lingkungan Al-Kasaier, sebelah timur kota Mays Al-Jabal, dalam upaya untuk menghancurkannya.
Militer Israel merilis sebuah pernyataan di platform digital berbahasa Arab mereka yang menyatakan bahwa fasilitas infrastruktur militer milik kelompok Hizbullah di Lebanon selatan telah diserang.
Mereka telah menyerang gudang penyimpanan senjata dan platform peluncuran roket milik Hizbullah di sejumlah wilayah di selatan Lebanon.
Pernyataan tentara Israel tersebut menyebutkan keberadaan senjata yang menjadi sasaran serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Pada akhir Agustus 2025, pemerintah Lebanon menugaskan militer untuk memonopoli persenjataan pada akhir 2025.
Sebagai bagian dari keputusan tersebut, militer mulai melakukan pengerahan pasukan yang tersebar di selatan, melenyapkan gudang senjata dan terowongan Hizbullah sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dengan Israel yang dicapai pada 27 November 2024.
Kendati demikian, Zionis Israel terus menyerang wilayah Lebanon dan mengancam akan melakukan serangan besar-besaran jika Lebanon gagal memenuhi komitmennya
Perkembangan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan di perbatasan selatan Lebanon dan berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati dengan Hizbullah pada November 2024, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Lebanon telah menuntut selama lebih dari setahun agar Israel menghentikan agresi hariannya terhadap kedaulatan Lebanon dan mengakhiri pendudukan Israel, tetapi tidak membuahkan hasil.
Israel menantang perjanjian tersebut dengan terus menduduki 5 bukit Lebanon yang direbutnya selama perang terakhir, kecuali wilayah-wilayah lain yang telah didudukinya selama beberapa dekade.(**)
Komentar0