Peristiwa Banjir Bandang dan Longsor Terjang Gunungkidul, Puluhan Warga Dievakuasi.(dok, FB SR)
GoSumatera.com - Bencana banjir bandang disertai tanah longsor menerjang wilayah Padukuhan Jono, RT 006/RW 005, Dusun Pule, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa 17 Februari 2026.
Peristiwa bermula setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan perbukitan di atas permukiman warga. Debit air yang meningkat drastis memicu longsoran dari lereng, membawa serta lumpur dan material lainnya ke bawah.
Air bercampur tanah, glondongan kayu, dan batu berukuran besar meluncur deras menuju rumah-rumah penduduk. Material tersebut menghantam sejumlah bangunan di jalurnya.
"Air datang tiba-tiba, membawa kayu dan batu besar. Warga panik karena arusnya deras sekali," kata salah satu warga bernama Agus (38) saat diwawancarai wartawan, Rabu (18/2/2026).
Derasnya arus air menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding dan pagar yang dihantam material. Beberapa sepeda motor dilaporkan terseret arus atau tertimpa kayu dan batu besar. Jalan lingkungan di sekitar RT 006/RW 005 pun tergerus, membuat akses antar rumah sempat sulit dilalui.
Warga lainnya, Wati (46), menuturkan, saat kejadian ia tengah memasak di dapur. Anak-anaknya yang berada di luar rumah lebih dulu melihat air bercampur batu meluncur deras dari atas bukit.
Mendengar teriakan mereka, Wati segera bergegas ke depan rumah, lalu membawa anak-anaknya menyelamatkan diri melalui bagian belakang menuju lokasi yang lebih tinggi demi menghindari terjangan arus.
Akibat bencana ini, sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri sambil membawa barang-barang berharga seadanya. Sebagian lagi memilih mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi yang dinilai lebih aman guna menghindari ancaman bencana susulan.
Longsor Juga Terjadi di Wonosari
Personel relawan bersama aparat setempat telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, pendataan, serta membantu proses evakuasi dan pembersihan material yang terbawa arus. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap guna memastikan kondisi lingkungan kembali aman.
Di sisi lain, warga bergotong royong menyingkirkan kayu, batu, dan lumpur yang menutup akses jalan maupun pekarangan rumah agar aktivitas dapat kembali berjalan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 52 jiwa telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna mengantisipasi potensi bencana susulan.
Selain di Padukuhan Jono, laporan sementara juga menyebutkan terjadi longsor di wilayah Wonosari, tepatnya di Jurangjero.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan di lokasi tersebut.(**)
Komentar0