Agresif Akibat Musth, Gajah Zidan di TMSBK Bukittinggi Dirantai Sejak 2023.(dok, Kominfo Bukittinggi)
GoSumatera.com – Seekor gajah jantan diberi nama Zidan berusia sekitar 34 tahun yang telah menghuni Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi sejak 2001, kini menjalani masa isolasi ketat.
Gajah yang sebelumnya menjadi daya tarik utama wisatawan karena sifatnya yang ramah, terpaksa dirantai kakinya sejak 2023 akibat perilaku agresif yang dipicu oleh periode musth (masa birahi pada gajah jantan) yang tidak teratur.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria, menjelaskan bahwa perubahan perilaku Zidan mulai terlihat jelas sejak tahun 2022. Kondisi biologis tersebut membuat Zidan sulit dikendalikan oleh para keeper (pawang) dan sempat menciderai beberapa petugas serta melukai gajah betina lain bernama Lia.
"Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, terutama demi keselamatan pengunjung dan petugas, kami mengambil keputusan untuk merantai kaki Zidan setelah melalui koordinasi intensif dengan dokter hewan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat," ungkap Rofie, Minggu (13/9/2026).
Rofie menegaskan bahwa seluruh satwa di TMSBK, termasuk Zidan, tetap mendapatkan perawatan intensif berupa pakan berkualitas dan obat-obatan pendukung kesehatan.
Namun, tingkat agresivitas Zidan yang semakin tinggi berdampak signifikan terhadap operasional kebun binatang. Situasi ini bahkan menyebabkan seorang pawang senior mengundurkan diri karena merasa tidak mampu lagi menangani Zidan yang kian tidak terkendali.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi telah melaporkan situasi Zidan kepada Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Sumbar serta tim ahli sertifikasi TMSBK. Pemko juga telah mengajukan permohonan agar Zidan dievakuasi ke lembaga konservasi lain yang memiliki sarana dan prasarana lebih memadai untuk menangani gajah dengan kondisi khusus.
"Hingga saat ini, Pemko Bukittinggi telah beberapa kali menyurati pihak terkait agar permintaan evakuasi ini segera ditindaklanjuti. Kami berharap ada solusi terbaik bagi kesejahteraan Zidan maupun keamanan fasilitas TMSBK," tutup Rofie.(**)
Komentar0