Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi, Wawako Bukittinggi Apresiasi Lomba Baca Puisi SD-SMP.(dok, SMSI Bukittinggi)
GoSumatera.com - Lomba Baca Puisi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam yang berlangsung di areal Pustaka Syafrudin Prawiranegara, Sabtu 29/2/2026) mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bukittinggi
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dinilai menjadi salah satu langkah positif dalam mendorong peningkatan budaya literasi sekaligus mengembangkan bakat seni dan kreativitas generasi muda.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis menyampaikan rasa bangga melihat antusiasme para pelajar yang ikut ambil bagian dalam lomba baca puisi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat membangun keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta kecintaan anak-anak terhadap dunia membaca dan sastra.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Kita bangga melihat anak-anak begitu antusias mengikuti lomba baca puisi. Kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan karena literasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter,” ungkap Wakil Wali Kota Bukittinggi.
Ibnu Asis berharap kegiatan literasi tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah, organisasi masyarakat dan komunitas, diharapkan terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka di bidang literasi dan seni.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Nova Chandra. Ia turut memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta yang tampil dalam lomba baca puisi.
Menurutnya, keberanian anak-anak tampil di hadapan publik merupakan proses penting dalam membangun rasa percaya diri. Selain kemampuan membaca puisi, para peserta juga belajar menyampaikan pesan, mengekspresikan emosi dan menghargai karya sastra.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan lomba baca puisi tersebut merupakan salah satu kegiatan perdana yang dilaksanakan SMSI Kota Bukittinggi sebagai bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang bersifat positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan perdana SMSI Kota Bukittinggi dalam bidang literasi. Ke depan masih banyak kegiatan positif lainnya yang akan kita laksanakan, tidak hanya di bidang literasi, tetapi juga olahraga, seni dan budaya,” ujar Roni.
Ia menegaskan, keberadaan organisasi media tidak semata-mata berkaitan dengan pemberitaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membangun masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.
Menurut Roni, dunia literasi memiliki hubungan erat dengan kemajuan generasi muda. Karena itu, SMSI Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan yang dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas serta keberanian anak-anak dalam mengekspresikan gagasan.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Kita ingin memberikan ruang bagi mereka untuk berkreasi dan berprestasi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak peserta yang ikut,” katanya.
Pelaksanaan lomba baca puisi tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan literasi di tengah generasi muda.
Dengan hadirnya ratusan peserta dari tingkat SD dan SMP, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa minat pelajar terhadap seni sastra masih cukup tinggi apabila diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
Lomba baca puisi tersebut tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, mengasah kemampuan berbahasa serta menumbuhkan kecintaan terhadap karya sastra.
Kolaborasi antara SMSI, pemerintah daerah, DPRD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sekolah, guru, orang tua serta berbagai pihak diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak program literasi yang menyentuh langsung generasi muda.
Semangat yang ditunjukkan ratusan peserta dalam kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa literasi, seni dan kreativitas masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan teknologi digital.(**)
Komentar0