Status Level III Siaga, Gunung Merapi Luncurkan 13 Guguran Lava dengan Jarak 1,9 Km.(fok, fbgeoasyik)
GoSumatera.com - Aktivitas Gunung Merapi masih berada pada status level III (siaga) dengan intensitas yang cukup tinggi. Dalam periode pengamatan Senin (23/3/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 13 kali guguran lava Merapi dengan jarak luncur maksimal mencapai 1,9 kilometer (km).
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menjelaskan, guguran lava tersebut mengarah ke sejumlah aliran sungai di sektor barat daya.
"Teramati 13 kali guguran lava ke arah Barat Daya Kali Sat atau Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,9 kilometer," ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).
Selain guguran lava, aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga terpantau cukup intens. Dalam periode yang sama, tercatat 40 kali gempa guguran, 19 gempa hybrid atau fase banyak, empat gempa vulkanik dangkal, serta satu gempa tektonik jauh.
Agus menegaskan, aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi seiring suplai magma yang terus berlangsung di dalam tubuh gunung.
Secara visual, puncak Merapi terpantau jelas dengan asap kawah berwarna putih, berintensitas tebal, dan tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Kondisi cuaca dilaporkan cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 16,6-19,6 derajat celsius dan tingkat kelembapan tinggi.
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran Merapi yang dapat menjangkau beberapa sungai. Di sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujar Agus.
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana atau zona bahaya Merapi. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan awan panas, terutama saat terjadi curah hujan di sekitar gunung.
Selain itu, BPPTKG mengingatkan kemungkinan terjadinya gangguan akibat abu vulkanik yang dapat muncul sewaktu-waktu. Evaluasi tingkat aktivitas akan terus dilakukan apabila terjadi peningkatan signifikan.(**)
Komentar0