Roket Gempur Israel, Markas Mossad hingga Bandara Jadi Target.(dok, fb)
GoSumatera.com - konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru menyebutkan sejumlah roket berhasil jatuh di beberapa titik di wilayah Israel Tengah pada Senin (9/3/2026).
Serangan ini menyasar jantung pertahanan dan pusat populasi negara tersebut. Hingga saat ini, otoritas sensor militer Israel belum memberikan izin resmi untuk publikasi detail informasi terkait dampak kerusakan secara menyeluruh.
Namun, laporan lapangan dari saksi mata mengonfirmasi adanya kepulan asap tebal yang membumbung dari beberapa area yang terkena dampak ledakan.
Wilayah Israel Tengah yang menjadi sasaran serangan kali ini merupakan kawasan paling krusial bagi stabilitas negara. Wilayah ini dihuni oleh sekitar 44 persen dari total penduduk Israel.
Selain pemukiman padat, area ini menampung berbagai objek vital dan pusat komando nasional, antara lain Bandara Internasional Ben Gurion, sejumlah pangkalan militer utama, markas kementerian pertahanan, dan markas besar Mossad (Badan intelijen luar negeri).
Mengingat strategisnya lokasi tersebut, serangan ini dipandang sebagai upaya untuk melumpuhkan pusat saraf pemerintahan dan intelijen Israel.
Sementara wilayah tengah berjuang menghadapi ledakan roket, situasi di bagian utara Israel juga tidak kalah mencekam. Alarm dan sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi nyaris tanpa henti di kota Haifa dan komunitas sekitarnya.
Otoritas setempat menduga serangan di wilayah utara ini merupakan kombinasi peluncuran roket dari Iran atau faksi Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Masyarakat diinstruksikan untuk tetap berada di dekat ruang perlindungan bom seiring dengan meningkatnya intensitas serangan udara dalam beberapa jam terakhir.(**)
Komentar0