Menkeu Israel Bezalel Smotrich Desak Aneksasi Wilayah Lebanon Selatan.(dok, AFP)
GoSumatera.com - Menteri keuangan Israel, Bezalel Smotrich, secara terbuka mendesak pemerintahnya untuk menganeksasi wilayah Lebanon bagian selatan. Hal itu disampaikannya Senin (23/3/2026) seiring dengan situasi di perbatasan Israel-Lebanon yang semakin memanas usai serangan Israel.
Smotrich menyebut bahwa operasi pemboman Lebanon bagian selatan perlu diakhiri dengan perubahan perbatasan Israel.
"Saya katakan di sini di setiap ruangan dan di setiap diskusi: Perbatasan baru Israel haruslah Sungai Litani," katanya dikutip dari Aljazeera, Selasa (24/3/2026).
Sungai Litani adalah sungai terpanjang yang melintasi Lebanon. Jalur air di hilirnya memisahkan Lebanon bagian utara dan selatan. Ia berjarak sekitar 30 km dari perbatasan Lebanon dan Israel.
Israel memang terus melakukan serangan ke Lebanon bagian selatan dengan menyasar permukiman dan infrastruktur sipil lain. Serangan Israel yang meningkat dimulai pada awal Maret setelah Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah Israel setelah dimulainya perang AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan Israel sejak awal Marert telah menewaskan sedikitnya 1.039 orang, termasuk 118 anak-anak, di seluruh Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya ada 2.876 orang lainnya terluka.
Di lapangan, militer Israel terus menggempur infrastruktur vital Lebanon. Serangan udara dilaporkan telah menghancurkan sejumlah jembatan utama, termasuk jembatan yang berfungsi menghubungkan wilayah selatan dengan ibu kota Beirut.
Para pejabat Lebanon khawatir militer Israel sedang mempersiapkan operasi darat yang intensif. Pasalnya, Israel tampaknya mencoba mengisolasi wilayah tersebut dari wilayah Lebanon lainnya.
"Tampaknya itu adalah bagian dari strategi untuk mengurangi populasi seluruh wilayah selatan,” kata reporter Aljazeera, Zeina Khodr, yang melaporkan dari Lebanon.(**)
Komentar0