Trump Meradang Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global.(dok, AFP)
GoSumatera.com - Presiden AS Donald Trump langsung menggelar konferensi pers usai Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global yang dibuatnya, Jumat (20/2). Di hadapan wartawan di Gedung Putih, Trump menyampaikan kekecewaannya.
Dilansir Al Jazeera, Trump menilai keputusan hakim tersebut sangat mengecewakan.
“Putusan Mahkamah Agung mengenai tarif ini sangat mengecewakan, dan saya merasa malu terhadap beberapa anggota pengadilan, benar-benar malu, karena tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang benar bagi negara kita,” kata Trump.
Trump Meradang
Dalam pernyataan bernada keras, Presiden AS Donald Trump mengeklaim memiliki kewenangan luas dalam kebijakan perdagangan, termasuk menghentikan seluruh aktivitas dagang dengan negara mana pun.
“Saya bisa menghancurkan perdagangan, bisa menghancurkan suatu negara,” ujarnya. “Saya bisa melakukan apa pun yang saya mau.”
Namun demikian, Trump juga mengeluhkan pembatasan yang diberlakukan Mahkamah Agung terhadap tarif yang ia sebut sebagai kebijakan “Liberation Day”.
Ia menyatakan bahwa dirinya masih diperbolehkan menjatuhkan embargo terhadap negara atau pemerintah asing.
“Saya diizinkan untuk mengembargo mereka,” katanya. 'Tetapi jika saya ingin mengenakan tarif sepuluh dolar kepada mereka, saya tidak bisa melakukannya,' tukas Trump.
Trump Sebut Bisa Hancurkan Perdagangan Suatu Negara: Saya Bisa Melakukan Apa pun
Presiden AS Donald Trump mengancam bisa menghancurkan perdagangan sebuah negara. Pernyataan ini disampaikan atas respons terhadap keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif globalnya.
Dalam pernyataan bernada bombastis itu, Trump mengeklaim bahwa dirinya diizinkan untuk menghentikan seluruh perdagangan dengan negara mana pun.
“Saya bisa menghancurkan perdagangan, bisa menghancurkan suatu negara,” kata Trump di Gedung Putih, dilansir Al Jazeera, Sabtu (21/2/2026).
“Saya bisa melakukan apa pun yang saya mau," lanjutnya.
Namun, ia juga mengeluhkan pembatasan yang diberlakukan Mahkamah Agung terhadap tarif yang ia sebut sebagai kebijakan Liberation Day.
“Saya diizinkan untuk mengembargo mereka,” katanya merujuk pada negara dan pemerintah asing.
“Tetapi jika saya ingin mengenakan tarif 10 dolar kepada mereka, saya tidak bisa melakukannya," tandasnya. (**)
Komentar0