Bantu Pencarian Pesawat ATR, TNI AU Kerahkan Helikopter.(dok, TNI AU)
GoSumatera.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) mengerahkan helikopter H225M Caracal untuk membantu pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menerangkan bahwa berdasarkan informasi awal, pesawat ATR 42-500 hilang komunikasi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, helikopter H225M Caracal dengan Pilot in Command (PIC) Kapten Pnb Rahman lepas landas dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros," kata Nyoman dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).
Dia menerangkan, TNI AU juga mengerahkan 82 personel dari Yon Parako 473 Korpasgat, Divisi Arhanud Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin dan 1 kendaraan VCP untuk memperkuat tim gabungan yang terdiri atas Polres Maros, Kodim 1422/Maros, serta Basarnas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Nyoman, pesawat itu terbang dengan membawa 7 kru dan 3 penumpang.
"Seluruh unsur saat ini telah merapat ke Posko Lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian," tuturnya.
Diketahui, Kementerian Perhubungan menjelaskan kronologi pesawat ATR 42-500 PK-THT yang dinyatakan hilang kontak. Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut hilang kontak saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta, Bandara Adi Sutjipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Kepala Bagian Humas Dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menerangkan bahwa pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact)," ujar Endah dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).(**)
Komentar0